Cara Kerja Bioflok Menjaga Kualitas Air Kolam Lele

Pertanianku Bioflok adalah teknologi yang diaplikasikan untuk budidaya ikan lele. Teknologi bioflok berfungsi meningkatkan kualitas air kolam lele selama masa pemeliharaan. Kualitas air kolam lele bisa menurun seiring dengan berjalannya waktu jika tidak dilakukan pergantian air.

bioflok
foto: pertanianku

Lele merupakan hewan karnivora yang memerlukan kadar protein yang cukup tinggi. Namun, seluruh pakan yang mengandung protein yang masuk ke tubuh lele tidak semua bisa diolah dan diserap oleh tubuh ikan.

Sisa protein yang tidak diserap akan terakumulasi di dalam air dalam bentuk feses ataupun urine. Hasil metabolisme dari ikan lele mengandung amonia di dalam kotoran atau hasil ekskresinya. Karena pakan yang dikonsumsi mengandung protein tinggi, kotoran yang dihasilkan mengandung protein yang sama tingginya.

Loading...

Limbah perikanan yang mengandung amonia dapat menurunkan kualitas air kolam karena bersifat toksik dan bisa menjadi racun yang mematikan bagi ikan lele. Tentunya, amonia menjadi hambatan bagi Anda jika tidak segera dibersihkan.

Namun, terlalu sering mengganti air kolam menyebabkan jam kerja menjadi lebih banyak dan jumlah air yang digunakan menjadi lebih banyak. Selain itu, air limbah yang dibuang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan.

Cara lain untuk mengendalikan kandungan amonia selain dengan rajin mengganti air kolam adalah mengendalikan amonia di dalam kolam. Pengendalian kandungan amonia dapat dilakukan dengan bioflok.

Bioflok bekerja dengan cara mengubah kandungan amonia yang ada di kolam menjadi protein microbial yang dilakukan oleh mikroba. Amonia yang diubah menjadi protein microbial terbukti mampu mengurangi residu dari sisa pakan.

Konsep kerja bioflok sangat sederhana, yakni mengubah limbah nitrogen yang berpotensi racun menjadi protein bakteri yang bisa dimanfaatkan oleh ikan. Protein mikroba merupakan recycling protein pakan yang tidak dimanfaatkan.

Baca Juga:  Komoditas Laut Unggulan yang Bisa Dibudidayakan dan Bernilai Ekonomi

Prinsip kerja bioflok sendiri adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang mengandung senyawa karbon, hidrogan, oksigen, dan nitrogen menjadi massa lumpur berupa bioflok menggunakan bakteri pembentuk flok.

Proses tersebut dapat memperbaiki kualitas air dan menyirkulasi limbah di dalam kolam. Bioflok di dalam air pun berguna sebagai biofilter secara langsung. Volume air yang digunakan selama masa pemeliharaan pun lebih kecil.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa membaca buku Bioflok Lele: Kematian < 3% dan Hemat Pakan 20% terbitan Penebar Swadaya. Buku ini memaparkan sistem bioflok yang bisa Anda terapkan pada budidaya lele. Produk lele bioflok mampu menghasilkan daging lebih kenyal, lebih bersih, dan tidak berbau. Tingkat kematian pun bisa ditekan di bawah 3 persen. Selain itu, sistem ini mampu menghemat pakan hingga 20 persen.

Semua tentang bioflok lele diulas lengkap dan praktis dalam buku ini. Mulai dari persiapan wadah dan air hingga panen. Dilengkapi pula dengan analisis usaha budidaya lele yang menguntungkan.

 

 

Loading...
Loading...