Cara Melakukan Vaksinasi Ayam Kampung yang Benar

Pertanianku — Vaksin berfungsi untuk meningkatkan daya tahan ayam kampung sehingga tidak mudah terkena penyakit. Hingga saat ini vaksin masih dilakukan dengan obat vaksin, berbeda dengan vitamin dan obat-obatan pabrik yang bisa digantikan dengan bahan herbal. Vaksinasi ayam kampung harus dilakukan secara menyeluruh dan tepat.

vaksinasi ayam kampung
foto: pertanianku

Hal tersebut disebabkan adanya ancaman serangan penyakit dari berbagai sumber yang tidak bisa disembuhkan dengan obat. Oleh karena itu, daya tahan tubuh ayam kampung harus diperkuat.

Penyakit yang biasanya ditimbulkan akibat ayam tidak divaksin adalah gumboro, tetelo, dan flu burung. Wabah tersebut sampai saat ini belum bisa disembuhkan dan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, vaksin ayam kampung juga berfungsi untuk mencegah kematian yang mengakibatkan kerugian yang akan dialami oleh peternak. Berikut ini beberapa tips agar vaksin yang Anda lakukan berhasil.

Loading...
  • Perhatikan jadwal vaksinasi. Lakukan vaksin sesuai dengan jadwal yang sudah tertera, jangan sampai terlewat.
  • Sebelum diberikan ke ayam, cek kondisi vaksin dengan cara melihat kemasan dan tanggal kadaluwarsa yang biasanya tertera pada kemasannya.
  • Simpan vaksin di kulkas bagian bawah atau pada bagian chiller (penyimpanan daging). Jangan simpan vaksin di dalam freezer. Sebaiknya, jika memungkinkan, gunakan kulkas khusus untuk menyimpan vaksin saja.
  • Lakukan vaksin pada ayam yang sehat saja. Hindari vaksin dari paparan sinar matahari, baik saat diberikan ke ayam, meramu vaksin, membeli vaksin, maupun saat pelaksanaan vaksinasi.
  • Campur vaksin dengan pengencer (deluent) sesuai dengan dosis yang sudah tertera. Gunakan pengencer yang sudah disarankan.
  • Jika vaksin dilakukan melalui mata, berikan vaksin sebanyak satu tetes pada salah satu mata ayam. Pastikan vaksin benar-benar masuk ke tubuh ayam atau tunggu hingga ayam tampak seperti menelan.
  • Jika vaksin dilakukan melalui tetes mulut atau hidung. Berikan vaksin sebanyak satu tetes dan pastikan vaksin benar-benar masuk ke dalam tubuh atau tunggu hingga ayam tampak seperti menelan.
  • Jika vaksin dilakukan dengan suntik I.M, suntikkan vaksin harus sesuai dengan dosis yang disuntikkan pada bagian dada atau daging paha. Namun, jangan sampai suntikan terkena tulang.
  • Jika vaksin dilakukan dengan suntik S.C, suntikan dilakukan pada kulit leher sebelah belakang, jangan sampai terkena daging.
  • Pada saat pemberian vaksin, probiotik herbal boleh tetap diberkan.
  • Setelah vaksinasi selesai, botol, sisa vaksin, alat suntik, dan perlengkapan lain seperti tisu yang sudah digunakan harus segera dibakar, lalu dikubur atau direbus dengan air mendidih untuk mematikan sisa vaksin.
Baca Juga:  Kunci Sukses Usaha Ayam Petelur

 

Loading...
Loading...