Cara Memacu Perkembangan Ikan Gurami

Pertanianku — Gurami terkenal sebagai ikan air tawar dengan pertumbuhan yang lebih lambat dibanding ikan air tawar umumnya, apalagi untuk mencapai ukuran konsumsi. Namun, ada beberapa cara untuk meningkatkan produktivitas ikan gurami menjadi lebih cepat.

 ikan gurami
foto: Pertanianku

Produktivitas ikan gurami dapat berlangsung lebih cepat melalui teknologi pakan, perbaikan lingkungan, dan menggunakan suplemen. Namun, cara tersebut masih dinilai kurang maksimal sehingga dilakukan lagi upaya lain yang dapat memacu produksi, yaitu dengan perbaikan faktor genetik.

Ada dua cara untuk memacu produktivitas ikan gurami yang dilakukan melalui genetika, yaitu cara konvensional dan inkonvensional. Simak ulasannya di bawah ini.

Secara konvensional

Beberapa varietas gurami yang biasa dibudidayakan, antara lain varietas bastar, paris, dan bluesafir. Setiap varietas memiliki keunggulan tersendiri, terutama dari jumlah telur yang dihasilkan. Induk bluesafir dengan berat 2,5 kg dapat memproduksi telur antara 7.000—10.000 butir.

Induk bastar dengan berat 2 kg mampu menghasilkan telur sebanyak 4.000—7.000 butir. Sementara induk betina varietas paris dengan berat 1,5 kg dapat menghasilkan telur sebanyak 3.000—4.000 butir.

Berdasarkan informasi tersebut, dilakukan kajian di lapangan dengan menggunakan salah satu program pemuliaan, yaitu hibridisasi. Hibridisasi dipilih untuk meningkatkan produktivitas dan laju pertumbuhan gurami. Ada juga program pemuliaan lainnya, yaitu seleksi. Namun, program hibridasi digunakan karena pertimbangan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai satu generasi cukup lama.

Secara genetika, antarvarietas gurami tidak memiliki perbedaan nyata. Dilihat dari kekerabatannya, tercatat bahwa gurami paris dan bluesafir merupakan saudara terdekat dibanding varietas bastar. Berdasarkan hasil analisis genetika tersebut, beberapa pasangan yang diduga mempunyai potensi dalam meningkatkan produktivitas adalah persilangan antara bastar dan paris serta bastar dan bluesafir, atau sebaliknya.

Baca Juga:  KKP Bangun Pusat Daur Ulang di Bekasi untuk Tangani Sampah Plastik

Secara inkonvensional

Selain program pemuliaan yang konvensional, perbaikan produktivitas gurami juga dicoba melalui jalur inkonvensional, yakni transgenik. Transgenik yang sudah dicoba adalah memasukkan hormon pertumbuhan yang berasal dari gurami varietas unggul untuk menambah jumlah hormon yang ada pada benih gurami.

Urutan DNA hormon pertumbuhan gurami telah berhasil ditelusuri dan diekstrak serta diproduksi, kemudian dititipkan atau disuntikkan pada larva gurami.

Upaya penyuntikan hormon pertumbuhan gurami dilakukan ke dalam telur yang sudah dibuahi, terutama di awal pembelahan sel yang pertama, yakni sekitar 5 menit setelah fertilisasi dilakukan. Namun, perlakuan tersebut ternyata masih belum mencapai hasil memuaskan.

Upaya lainnya adalah dengan menggunakan elektroporasi, yaitu dengan menitipkan hormon pertumbuhan pada sperma gurami.