Cara Memancing Burung Cucakrawa Berkicau

Pertanianku Burung cucakrawa merupakan burung kicau yang perlu dipancing agar mau berkicau. Salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah memasukkan burung cucakrawa lainnya ke kandang. Meskipun dalam kandang bisa lebih dari satu, jumlahnya tetap harus dibatasi. Selain itu, masih ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan agar burung mau berkicau dan bisa tumbuh sehat di dalam kandang.

burung cucakrawa
foto: pertanianku

Batasi jumlahnya

Jumlah cucakrawa di dalam satu kandang harus dibatasi. Jika kandang yang digunakan memiliki panjang 2 m, lebar 1,4 m, dan tinggi 2 m, kandang tersebut hanya bisa untuk 5—6 ekor cucakrawa. Sementara itu, untuk kandang yang lebih besar, sebaiknya kandang tersebut hanya boleh diisi paling banyak 10 ekor cucakrawa.

Pembatasan jumlah di dalam kandang berfungsi untuk mempermudah proses pengawasan dan penyortiran. Selain itu, jika jumlahnya terlalu banyak, juga bisa mengurangi keberanian cucakrawa untuk kembali berkicau. Jika jumlah burung di dalam kandang sedikit, kondisi burung akan jauh lebih baik dan lebih cepat berkicau.

Memisahkan antara jantan dan betina

Cucakrawa jantan dan betina harus dipisah agar tidak terjadi kejar-kejaran. Jika betina dan jantan sudah saling kejar-kejaran, proses seleksi bisa terlambat. Burung cucakrawa yang sudah masuk ke kandang selama satu bulan akan kembali lincah dan sehat. Pada saat ini rawan terjadi percumbuan antara cucakrawa jantan dan betina.

Dalam sebulan, cucakrawa jantan akan berkicau dengan lantang. Kicauannya berlangsung secara terus-menerus dan merangsang cucakrawa betina untuk memasuki masa produksi.

Anda bisa menempatkan cucakrawa betina dan cucakrawa jantan bersebelahan. Hal ini agar cucakrawa jantan bisa terus berkicau tanpa terjadinya percumbuan dengan betina.

Menandai cucakrawa

Cucakrawa perlu ditandai agar mudah dikenali sehingga proses pemantauan akan berjalan lebih mudah. Penandaan bisa dilakukan dengan mengikat benang berwarna pada bagian kaki atau bulu sayap. Selain itu, Anda juga bisa memberikan pewarna kue yang tidak berbau di dada, sayap, kepala, paha, bulu penutup ekor, atau leher.

Baca Juga:  Ikan Batak, Ikan Endemik Sumatera Utara yang Terancam Punah

Jangan memandikannya

Cucakrawa sebaiknya jangan dimandikan apa pun alasannya. Bulu yang kotor cukup dibersihkan dengan kain basah. Jika bulunya kotor karena getah pikatan, Anda cukup membersihkannya dengan minyak tanah, kemudian dibasuh air.


loading...