Cara Membedakan Buah Durian yang Jelek dan Bagus

Pertanianku Buah durian yang bagus akan lebih mudah terjual. Itu sebabnya penting sekali membedakan buah yang jelek dan bagus. Pasalnya, buah durian bervariasi sehingga Anda bisa menemukan berbagai bentuk buah tanaman ini dengan variasi warna yang berbeda-beda, bergantung pada varietas durian itu sendiri.

buah durian
foto: Pertanianku

Tidak semua buah yang dihasilkan berkualitas baik. Terkadang, ada beberapa yang mengalami penyerbukan tidak sempurna sehingga menyebabkan proses perkembangan buah tidak sempurna. Tentunya, pencinta durian menginginkan buah yang bagus karena buah tersebut pasti lebih enak dinikmati.

Cita rasa durian memang cukup sulit dideskripsikan karena merupakan perpaduan unsur rasa, tekstur, aroma, dan serat. Biasanya, buah ini terdiri atas berbagai tingkatan rasa manis, pahit, dan gurih atau lemak. Selain rasa, tekstur daging durian juga sangat bervariasi. Sulit menentukan buah durian yang bagus dari tekstur dan rasa karena setiap orang memiliki selera yang berbeda.

Kualitas buah durian jarang ditentukan dari rasa serta tekstur daging buah. Kualitas buah durian bisa dinilai dari kondisi fisik buah. Berikut ini beberapa kriteria durian yang jelek dan bagus.

Durian yang jelek:

  • Kulit buah terlalu tebal.
  • Tangkai buah kurus dan panjang.
  • Bentuk tidak bulat sempurna karena penyerbukan yang tidak sempurna sehingga daging dan biji tidak terbentuk, sedangkan pada bagian kulit legok.
  • Daging buah masak tidak sem
  • Daging buah berwarna krem (pucat) sehingga tidak menarik.
  • Bagian empulur/plasenta buah terlalu tebal.
  • Daging buah tidak memenuhi juring sehingga edible protion­-nya sedikit, kurang dari 20 persen.

Durian yang ideal:

  • Daging buah tebal.
  • Bentuk buah bulat.
  • Kulit tipis.
  • Daging buah berwarna kuning.
  • Empulur atau plasenta kecil.
  • Daging buah memenuhi juring sehingga edible portion tinggi lebih dari 33 persen.
  • Daging buah kenyal tidak lembek.
  • Ukuran buah kecil sampai sedang dengan bobot sekitar 1—2 kg.
Baca Juga:  Petani Perlu Menguasai Teknologi Pascapanen yang Benar