Cara Memberikan Vaksin untuk Itik

Pertanianku — Vaksinasi atau memberikan vaksin untuk itik cukup mudah dilakukan. Langkah ini merupakan upaya untuk menjaga kesehatan itik agar tidak mudah sakit dan mati. Pemberian vaksin merupakan proses memasukkan mikroba yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh hewan, khususnya itik.

vaksin untuk itik
foto: Pertanianku

Mikroba yang sudah dilemahkan tersebut dapat memicu kekebalan di dalam tubuh itik sehingga itik bisa lebih kuat terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroba tersebut. Oleh karena itu, pemberian vaksin harus dilakukan berkali-kali. Hal ini karena setiap jenis vaksin memiliki mikroba penyakit yang berbeda-beda.

Vaksin yang diberikan untuk itik disebut sebagai vaksin duck atau fowl cholera. Vaksin sudah diberikan sejak itik masih anakan, pemberiannya dilakukan secara injeksi subkutan atau di bawah kulit leher. Sementara itu, itik dewasa diberikan vaksin melalui rute intramuskuler atau di dalam otot.

Pemberian vaksin sudah dimulai sejak anak itik berumur dua minggu. Pemberian vaksin selanjutnya dilakukan ketika itik berumur delapan minggu dan 10 minggu.

Setelah itik memasuki fase dewasa, pemberian vaksin kembali dilakukan saat itik berumur 16 minggu. Pemberian vaksin harus diulang setiap 6 minggu sekali agar itik tetap sehat.

Namun, terkadang proses pemberian vaksin bisa mengalami kegagalan. Vaksin yang gagal sama sekali tidak bisa bekerja di dalam tubuh sehingga itik bisa tetap sakit walau sudah diberi vaksin. Oleh karena itu, peternak harus memastikan vaksin yang diberikan sudah masuk secara sempurna ke dalam tubuh itik.

Kegagalan proses vaksin juga bisa karena kualitas vaksin yang sudah menurun. Penurunan tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari penyimpanan tidak sempurna hingga tercemar logam-logam berat seperti Zn, Pb, dan Hg.

Vaksin untuk itik harus disimpan di dalam ruang penyimpanan yang bersuhu 2—8°C. Jangan biarkan vaksin terkena sinar matahari secara langsung. Hindari vaksin dari potensi pencemaran bahan-bahan kimia seperti desinfektan, kaporit, deterjen, dan semacamnya.

Baca Juga:  Jurus Jitu Menjaga Kesehatan Domba agar Tetap Prima

Jika vaksin diinstruksikan untuk diencerkan, jangan encerkan vaksin secara berlebihan karena bisa menyebabkan kualitas vaksin menurun.