Cara Membuat Acar Sayuran agar Sayur Tahan Lama

Pertanianku — Sayuran merupakan bahan organik yang tidak tahan lama karena mudah busuk. Jika pasokan sayuran cukup banyak, sebaiknya lakukan beberapa langkah penyimpanan yang dapat menahan laju pembusukan sayuran. Selain itu, Anda bisa memfermentasikan bahan tersebut, salah satunya menjadi acar sayuran. Proses fermentasi pada dasarnya biasa digunakan untuk pembuatan acar dan sayur asam.

acar sayuran
foto: pixabay

Masyarakat biasanya membuat acar untuk dihidangkan langsung tanpa melalui proses fermentasi. Namun, jika Anda ingin membuat acar yang bertujuan untuk pengawetan, acar tersebut harus diinapkan berhari-hari agar terjadi proses fermentasi.

Pada prinsipnya, acar merupakan proses pengasaman sayuran dan selama proses fermentasi tersebut berlangsung, cadangan karbohidrat sayuran diubah menjadi asam. Pembuatan acar sayuran dibantu dengan menambahkan larutan garam dan diinapkan selama kurang lebih 4—6 minggu. Selama masa fermentasi, setiap satu minggu sekali ditambah larutan garam.

Loading...

Sayuran hasil fermentasi memiliki rasa yang segar, asam, dan sedikit pedas. Acar sayuran yang akan disajikan bisa dilarutkan terlebih dahulu dalam cuka dan diberikan tambahan bumbu, seperti berbagai macam bawang.

Ada beberapa macam sayuran yang bisa dijadikan sebagai acar sayuran, yaitu mentimun, wortel, dan buncis. Sayuran-sayuran tersebut dapat dibuat acar dengan cara berikut.

  1. Bahan yang akan digunakan harus yang masih segar dan muda. Jika ingin membuat acar mentimun, pilih mentimun dari jenis hibrida.
  2. Sayuran dicuci hingga bersih dan tempatkan di dalam wadah yang terbuat dari stainless steel.
  3. Tambahkan campuran larutan garam sebesar 10 persen dan larutan kapur 500 ppm hingga seluruh bahan terendam dan wadah ditutup rapat.
  4. Setiap satu minggu sekali, tambahkan garam sampai kadar garam dalam media mencapai 16 persen.
  5. Lakukan pengontrolan setiap hari. Jika muncul endapan putih di permukaan, larutan acar tersebut harus segera dibuang.
  6. Setelah 4—6 minggu kemudian, mentimun atau wortel dapat diangkat dan langsung diproses atau disimpan kembali dengan merendamnya ke dalam larutan garam 16 persen. Sayuran baru bisa dilakukan pemotongan setelah terfermentasi sempurna, setelah 4—5 minggu.
Baca Juga:  Gedebog Pisang, Limbah di Indonesia Berharga Mahal di Amerika

 

 

 

 

 

Loading...
Loading...