Cara Membuat Asap Cair dari Tempurung Kelapa

Pertanianku — Asap cair adalah hasil kondensasi atau pengembunan yang berasal dari uap hasil pembakaran secara langsung ataupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibakar mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa, dan senyawa karbon lainnya. Tempurung kelapa merupakan salah satu bahan yang sering digunakan untuk membuat asap cair.

membuat asap cair
foto: pixabay

Selama masa pembakaran, komponen dari tempurung akan mengalami pirolisis dan menghasilkan berbagai macam senyawa seperti fenol, kerbonil asam, furan, alkohol, lakton, hidrokarbon, dan beberapa senyawa lainnya. Dengan begitu, asap cair tersebut memiliki kegunaan yang banyak.

Berikut ini langkah-langkah membuat asap cair dari tempurung kelapa.

Loading...
  1. Proses pembuatan asap cair dimulai dengan membersihkan tempurung kelapa yang sudah kering dari kotoran dan sabut yang tertinggal. Selanjutnya, tempurung kelapa dipotong kecil-kecil berukuran 7—9 cm agar mempermudah serta mempercepat proses pembakaran.
  2. Keringkan tempurung kelapa untuk menghilangkan kadar airnya. Lalu, masukkan ke reaktor pirolisis dan diproses pada temperatur 300 hingga 650 derajat Celsius selam 5—8 jam pembakaran.
  3. Pembakaran akan menghasilkan abu dan gas. Gas tersebut akan menghasilkan asap cair.
  4. Asap hasil pembakaran akan dikondensasi dengan bantuan kondensor berbentuk spiral melingkar. Proses pemurnian asap cair berfungsi untuk mendapatkan asap cair yang bebas dari bahan berbahaya sehingga aman untuk digunakan sebagai bahan pengawet makanan.
  5. Setelah mendapatkan asap cair hasil kondensasi, asap lalu diendapkan selama satu minggu.
  6. Asap cair yang dihasilkan berupa asap cair grade 3 dan belum bisa digunakan. Asap harus didestilasi lagi hingga mencapai grade 1.

Asap cair grade 1 digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Sementara, pada grade 2 digunakan sebagai bio-insektisida, dan grade 3 digunakan sebagai penghilang bau busuk pada olahan lump atau karet.

Beberapa jenis makanan yang bisa diawetkan dengan asap cair grade 1 adalah daging, sosis, salami, keju, ikan, dan emping jagung. Selain itu, ada beberapa peneliti yang menggunakan asap cair pada produk bakso ikan dan produk sate bandeng.

Baca Juga:  Indonesian Grocery Project, E-Commerce untuk Mendorong Ekspor Pertanian

Pada grade 2, asap ini mengandung racun yang berbahaya bagi wereng beras cokelat dan fitotoksik pada tanaman padi, serta menjadi insektisida nabati bagi tanaman padi. Sementara, grade 3 dapat meningkatkan nilai plastisitas dari karet dan meminimalisir bau atau aroma yang ditimbulkan dari karet.

Loading...
Loading...