Cara Membuat Bibit Jamur F2 dan F3

Pertanianku — Bibit jamur F2 merupakan bibit yang dikembangkan dari hasil pembiakan bibit F1. Begitupun dengan F3 yang merupakan hasil pembiakan bibit F2. Berikut cara membuat bibit jamur F2 dan F3.

bibit jamur F2
fotoa; pertanianku

Bibit F2

Satu tabung reaksi bibit F1 mampu menghasilkan 8—10 cc botol bibit F2.

  • Siapkan media untuk pembibitan berupa campuran serbuk gergaij kayu yang telah diayak (75—80 persen), bekatul 10—15 persen, dan kapur 1—3 persen. Ada sebagian pembudidaya jamur yang menambahkan gypsum, dan pupuk anorganik seperti TSP. Media dibuat dengan cara menambahkan kandungan air sebanyak 45—60 persen ke dalam bahan campuran media, lalu diaduk hingga rata.
  • Untuk pembuatan bibit jamur kompos, seperti merang dan champignon, serbuk gergaji kayu dapat digantikan dengan biji-bijian (sorgum, gandum, jewawut, beras, dan jagung). Biji-bijian yang akan ditambahkan harus direbus terlebih dahulu selama 15 menit sebelum dicampur ke dalam bahan pembuatan media.
  • Masukkan media ke botol, lalu tutup dengan kapas dan plastik dan ikat.
  • Masukkan botol-botol yang berisi media ke dalam autoklaf selama 3,5 jam dalam suhu 120°C. Setelah itu, simpan media dalam ruang inkubator selama 2 hari.
  • Sterilkan pinset dan tabung reaksi yang berisi bibit jamur F1 di atas api spirtus selama 5 detik.
  • Inokulasi bibit F1 secara aseptis ke botol-botol yang berisi media. Simpan bibit F2 dalam ruang inkubator. Bibit F2 akan berhasil dibuat ketika muncul miselium berwarna putih di dalam botol. Bibit yang disimpan dalam suhu 1—6°C dapat bertahan selama 2—3 bulan.

Bibit F3

Satu bibit F2 dapat menghasilkan 80—100 botol bibit F3. Proses pembuatan bibit F3 hampir sama dengan bibit F2, berikut caranya.

  • Siapkan media tanam sama seperti bibit F2 berupa campuran antara serbuk gergaji kayu, bekatul, kapur, dan air. Jika digunakan untuk jamur kompos, ganti serbuk gergaji kayu dengan biji-bijian yang sudah direbus.
  • Masukkan media ke botol, kemudian ditutup dengan kapas dan dilapisi plastik, lalu diikat.
  • Masukkan ke autoklaf selama 3,5 jam pada suhu 120°C. Simpan botol dalam ruang inkubator selama dua hari.
  • Inokulasikan bibit F2 secara aseptis ke dalam botol yang berisi media. Keberhasilan bibit F3 juga ditandai dengan kemunculan miselium berwarna putih dalam botol.
  • Bibit F3 yang tidak langsung ditanam dapat diinokulasikan lagi ke baglog. Bibit F3 dapat disimpan selama 1 bulan. Untuk budidaya jamur dengan sistem rak atau bedengan, bibit F3 dapat langsung ditebar di media tanam.
Baca Juga:  Lokasi yang Sesuai untuk Menanam Markisa

loading...