Cara Membuat Bibit Okulasi

Pertanianku — Salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah okulasi. Gunakan induk unggulan untuk menghasilkan bibit okulasi yang berkualitas. Sebelum memulai membuat bibit okulasi, Anda harus menjaga pohon induk dengan baik dan diberi kode nomor untuk membedakan batang bawah dan atas.

bibit okulasi
foto: pertanianku

Selanjutnya, jika sudah mendapatkan indukan, siapkan lahan persemaian yang dilengkapi dengan peneduh. Jika menggunakan batang bawah yang berasal dari pohon setek atau cangkok biasanya akan menghasilkan tanaman dengan perakaran yang tidak kuat. Untuk menunjang keberhasilan saat membuat bibit okulasi, siapkan sarana pendukung seperti pisau okulasi, gunting pangkas, dan tali rafia untuk membalut.

Berikut ini langkah-langkah membuat bibit okulasi.

Loading...
  1. Ambil cabang entres/mata tunas yang baik dari cabang primer dan sekunder pohon induk yang sudah berbuah dan sehat agar bibit yang dihasilkan juga bisa berbuah dan sehat.
  2. Ambil mata tunas dari cabang entres menggunakan pisau okulasi dengan hati-hati. Ukurannya sama dengan celah yang dibuat di bibit bawah. Lepaskan kulit kayu yang melekat pada mata tunas secara hati-hati agar matanya tidak pecah.
  3. Buatlah celah dengan mengupas kulit kayu bibit bawah pada ketinggian sekitar 20 cm dari permukaan tanah. Lebar celah yang harus dibuat adalah 0,5—1 cm dengan panjang 2—3 cm. Potong 2/3 bagian kulit batang sebelah atas hingga membentuk lidah.
  4. Siapkan mata tunas tepat di bawah lidah hingga sisi atas tunas bersentuhan dengan kulit celah batang bawah, yang harus diperhatikan adalah tidak boleh menindih kedua bibit tersebut.
  5. Balut mata tunas dengan tali rafia halus hingga benar-benar rapat agar kedua bibit tersebut saling menempel. Dengan cara ini pula, mata tunas tidak akan terkena air siraman dan terlindung dari sinar matahari.
  6. Buka balutan setelah mata tunas tumbuh atau hidu Biasanya mata tunas akan tumbuh setelah 3—6 minggu setelah okulasi. Mata tunas yang tumbuh akan ditandai dengan warna mata tunas yang tetap hijau. Bila mata tunas berubah menjadi cokelat, berarti mata tunas mati.
  7. Selanjutnya, batang atas di atas mata tunas dipatahlengkungkan atau dipotong bagian ujungnya. Setelah tunas tumbuh 5 cm lebih, potong seluruh batang bagian atas.
Baca Juga:  Cara Mengatasi Tanaman Buah yang Tidak Kunjung Berbuah

Untuk informasi lebih lengkap dan detail mengenai cara membuat bibit dari teknik okulasi, Anda bisa membaca buku Membuat Setek, Cangkok, Sambung, dan Okulasi terbitan Penebar Swadaya. Buku ini mengupas berbagai cara memperbanyak tanaman, mulai dari setek, cangkok, runduk, semai, sambung, dan okulasi.

Setiap jenis perbanyakan tersebut disajikan beragam variannya yang dibahas secara ringkas agar mudah dipahami dan dipraktikkan. Selain itu, tips dan trik agar perbanyakan tanaman berhasil juga dijelaskan. Anda juga bisa mencontoh langsung langkah-langkah perbanyakan tanaman melalui bonus DVD yang disertakan dalam buku ini.

Loading...
Loading...