Cara Membuat Bibit Pohon Aren Unggul


Pertanianku — Bagaimana cara membuat bibit pohon aren unggul? Sebelum membahas tentang cara membuat bibit pohon aren unggul, lebih baik Anda mengenali pohon aren tersebut terlebih dahulu. Aren atau enau (Arenga pinnata) biasanya tumbuh dengan baik di daerah-daerah yang terletak pada ketinggian antara 3—1.700 m dpl.

cara membuat bibit pohon aren unggul
Foto: Google Image

Ketinggian tempat yang paling ideal untuk membudidayakan aren ialah 400—1.500 m dpl. Pohon aren umumnya dapat menghasilkan air nira dalam jumlah yang lebih banyak apabila suhu udara di habitatnya sekitar 25—32° C. Selain faktor kondisi alam, perlakuan manusia dalam memelihara pohon aren pun dapat memengaruhi jumlah nira yang mampu dihasilkan oleh tanaman tersebut.

Jika tertarik untuk membudidayakan pohon aren, Anda bisa memulainya dari proses pembuatan bibit yang berkualitas unggul. Berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Pemilihan indukan

Ciri-ciri pohon aren yang cocok untuk tanaman induk, yaitu memiliki batang yang besar, ukuran pelepah daunnya cukup besar, bentuk daunnya panjang dan lebar, memiliki akar yang membentuk tanggul, dan ukuran akar tanggul lebih besar daripada batang.

Selain itu, pohon aren yang layak dijadikan induk ialah pohon yang mempunyai lengan mayang berukuran sedang. Lengan mayang tersebut tidak terlalu keras, menghasilkan buah yang banyak dan berdiameter lebih dari 4 cm, serta tekstur ijuk yang dimilikinya cukup halus.

  1. Pemilihan buah

Buah yang akan dibuat menjadi bibit harus benar-benar dalam kondisi yang sudah masak. Buah tersebut biasanya berada di bagian luar mayang setengah untaian mayang di bagian atas. Hindari menggunakan buah yang terletak di bagian dalam mayang karena kualitasnya kurang baik untuk dijadikan sebagai benih.

Pilihlah gerombolan buah aren pada pohon yang sudah tua. Potonglah dompolan buah ini menjadi dua bagian. Kemudian buanglah setengah bagian tandan mayangnya yang ada di bagian bawah. Biarkan dompolan buah bagian atas tetap berada di pohon sampai masak.

  1. Pengumpulan buah
Baca Juga:  Cara Membuat Pupuk dari Garam

Salah satu tanda buah aren yang sudah matang ialah buah tersebut akan jatuh dari pohon dengan sendirinya. Anda hanya perlu mengumpulkan buah-buah yang telah jatuh tersebut. Kemudian, jemurlah buah aren ini di bawah sinar matahari selama beberapa saat. Setelah itu, buah diinjak-injak sampai pecah untuk mengupas lapisan serabut dan tempurungnya.

Selanjutnya, biji aren yang telah dikumpulkan disiram dengan air yang mengalir secukupnya. Lalu, jemurlah biji tersebut selama setengah bulan dengan cara mengangin-anginkannya.

Cuci biji ini sampai bersih. Hati-hati jangan sampai terkena kulit karena getahnya dapat menyebabkan pembengkakan. Biji kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama 2—3 hari. Setelah itu, rendamlah biji tersebut selama 10 hari.

  1. Penyemaian biji

Siapkan lahan yang akan digunakan untuk menyemai biji aren. Anda bisa membuat lubang persemaian dengan kedalaman 25 cm. Kemudian, masukkan pasir sungai yang halus setebal 12 cm ke dalam lubang tersebut. Lanjutkan dengan memasukkan biji-biji aren dan menyusunnya sedemikian rupa hingga ketebalannya sekitar 5 cm. Tutuplah kembali lubang tersebut menggunakan pasir yang ketebalannya 8 cm.

Agar bisa tumbuh menjadi kecambah, biji aren ini perlu disiram setiap dua hari sekali. Proses perkecambahan biasanya akan berlangsung selama 3 bulan. Pada bulan ketiga ini, biji aren sudah mempunyai tunas dan akar. Penanaman benih aren ke polibag bisa dilakukan jika ukuran mata tunasnya telah tumbuh hingga mencapai 5 cm.