Cara Membuat EM4 dari Sisa Sayuran yang Tak Terpakai


Pertanianku — EM4 menjadi begitu penting dalam sistem pertanian organik karena dapat berperan sebagai pengurai mikro-organisme yang jadi andalan para petani untuk proses decomposer. Kita memang bisa membeli EM4 di kios-kios pupuk, namun kita juga bisa membuat EM4 sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar.

membuat EM4
Foto: Dok. Pertanianku6

Dalam membuat EM4 ada beberapa cara dengan bahan-bahan yang berbeda namun hasilnya tetap sama dan efektif dalam mengurai mikro-organisme. Berikut langkah-langkanhya.

Cara pertama membuat EM4

Bahan yang diperlukan di antaranya pepaya atau kulitnya yang sudah matang sebanyak 0,5 kg, pisang atau kulitnya yang sudah matang sebanyak 0,5 kg, nanas atau kulitnya yang sudah matang sebanyak 0,5 kg. Selain itu, diperlukan juga kacang panjang yang masih segar 0,25 kg, kangkung air yang masih segar 0,25 kg, bagian dalam batang pisang muda 1,5 kg, gula pasir 1 kg, dan air tuak. Air tuak ini bisa juga diganti dengan air kelapa 0,5 liter.

Cara pembuatannya cukup mudah. Bahan-bahan seperti pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga halus. Jika sudah dihaluskan, campuran bahan tersebut dimasukkan ke tong atau ember. Setelah itu, masukkan air kelapa dan gula pasir, terus aduk sampai gula pasir tidak berbentuk lagi (mencair).

Setelah 7 hari larutan tersebut disaring untuk memisahkan ampasnya. Setelah terpisah, simpan dalam wadah yang tertutup rapat. Ampas dari hasil penyaringan tersebut bisa digunakan sebagai pupuk kompos. Dan, cairan tersebut adalah berupa EM4 yang sudah siap digunakan yang awet sampai 6 bulan ke depan.

Cara kedua membuat EM4

Bahan yang diperlukan di antaranya susu murni sapi atau kambing yang masih segar, isi usus (feses) ayam/kambing, yang diperlukan adalah bakteri di dalam usus, ¼  kg terasi rebon, 1 kg gula pasir, 1 kg bekatul, 1 buah nanas, dan 10 liter air bersih.

Baca Juga:  Cara Mudah Menanam Kangkung Hidroponik di Baskom

Cara membuatnya, haluskan dengan blender bahan-bahan seperti terasi, bekatul, dan nanas. Selanjutnya, campur dengan gula pasir dan aduk hingga menjadi satu. Masak hingga mendidih. Setelah selesai dimasak, hasil adonan dimasukkan ke tong. Kemudian setelah adonan dingin, tambahkan susu dan isi usus ayam atau kambing. Setelah bahan tercampur, tutup rapat tong tersebut.

Biasanya setelah satu malam atau 12 jam timbul gelembung-gelembung. Bila cairan tersebut  menjadi kental dan lengket, berarti cairan tersebut sudah bisa digunakan menjadi EM4.

Cara ketiga membuat EM4

Bahan yang digunakan di antaranya sampah sayur (dianjurkan berupa kacang-kacangan), kulit buah-buahan (pepaya, pisang, mangga, dan sebagainya), bekatul gula merah, dan air beras.

Cara pembuatannya, cukup campurkan sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul ke dalam sebuah ember atau tong. Tutup rapat. Sambil kadang-kadang diaduk, biarkan selama 1 minggu hingga membusuk. Setelah 1 minggu, cairan tersebut berubah menjadi cairan EM1, tutup rapat kembali wadahnya.

Setelah 2 minggu cairan baru terbentuk yang disebut dengan EM2. Cairan EM2 lalu dicampur dengan bekatul, gula merah, dan air beras. Selama satu minggu ke depan cairan berubah menjadi EM3. Lalu, diamkan lagi cairan tersebut selama satu minggu tanpa menambahkan apa pun. Setelah proses perendaman selama 4 minggu, cairan EM4 siap digunakan.