Cara Membuat Hay Rumput Gajah, Pakan Ternak yang Tak Mudah Busuk

Pertanianku Rumput gajah (Pennisetum purpureum) atau dikenal sebagai elephant grass merupakan jenis rumput yang berasal dari Afrika. Rumput ini dapat tumbuh mencapai 3–4,5 m, bahkan hingga 7 m. Produktivitasnya mencapai 100–200 ton per hektare per tahun dalam bentuk segar.

rumput gajah
foto: pertanianku

Jenis rumput ini sering digunakan sebagai pakan ternak dan biasanya peternak membudidayakannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan pakan. Rumput gajah merupakan pakan ternak yang kaya akan serat. Kandungan protein yang terdapat di dalamnya mencapai 8,4–11,4 persen, lemak 1,7–1,9 persen, dan serat kasar 29,5–33 persen. Daya cerna rumput mencapai 52 persen.

Sama seperti pakan hijauan lainnya, rumput gajah tidak bisa bertahan lama dalam keadaan segar. Kondisi tersebut tentu saja dapat menyebabkan masalah saat persediaan pakan segar sedang terbatas seperti di musim kemarau. Untuk itu, peternak biasanya mengolah rumput, salah satunya menjadi hay.

Hay merupakan hijauan yang dikeringkan sehingga kandungan air di dalamnya menjadi 12–20 persen. Pengeringan tersebut bertujuan meningkatkan daya tahan pakan sehingga bisa disimpan dalam waktu yang lama. Untuk mendapatkan nilai gizi dan palatabilitas yang tinggi, hijauan yang akan diolah harus dipotong menjelang tanaman berbunga.

Terdapat beberapa metode pembuatan hay, yakni hamparan, pot, dan standing. Pembuatan hay dengan mtode pot dilakukan menggunakan rak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hijauan yang sudah dijemur selama 1–3 hari. Sementara itu, pada metode standing, hijauan dibiarkan kering di lapangan. Kelebihan metode standing adalah kadar air yang lebih rendah dan tidak mudah busuk.

Untuk cara pembuatan dengan metode hamparan, berikut ini langkah-langkahnya.

  • Potong hijauan menggunakan mesin chopper dengan ukuran 10 cm atau potong secara manual dengan arit bila tidak memiliki chopper.
  • Bawa hijauan yang sudah dipotong ke tempat penjemuran.
  • Sebar hijauan secara merata dan tipis-tipis di tempat penjemuran. Rumput harus dibolak-balik selama penjemuran. Proses penjemuran dapat berlangsung selama 1–2 jam saat cuaca sedang terik. Proses ini dilakukan hingga kadar airnya menjadi 15–20 persen.
  • Setelah kering, hijauan dikumpulkan, dipres, lalu diikat dengan menggunakan tali untuk memudahkan proses penyimpanan.
Baca Juga:  Penyebab Feses Ayam Basah