Cara Membuat Kompos Cair dari Sampah Rumah Tangga

Pertanianku — Ada banyak cara membuat kompos, dari yang paling mudah hingga paling rumit. Untuk pekebun pemula, sebaiknya membuat kompos dengan cara yang paling mudah terlebih dahulu, yaitu dengan menggunakan sampah rumah tangga. Anda bisa memisahkan jenis sampah rumah tangga setiap harinya untuk mendapatkan bahan baku yang akan diolah menjadi kompos sampah rumah tangga.

kompos sampah rumah tangga
foto: Pertanianku

Pembuatan kompos cair terbilang lebih praktis dan lebih cepat dibanding kompos padat. Oleh karena itu, proses pembuatan kompos cair bisa menjadi sarana untuk Anda belajar membuat kompos organik sendiri.

Bahan yang dibutuhkan sudah pasti sampah organik. Usahakan jangan menggunakan tulang ikan atau bekas makanan. Selain itu, Anda juga membutuhkan bioaktivator boisca atau Propuri dan air secukupnya.

Sebelum membuat kompos, sebaiknya Anda persiapkan terlebih dahulu peralatan yang dibutuhkan, seperti komposter, pisau, dan sprayer ukuran 1 liter. Komposter merupakan drum plastik yang diberikan aliran keran agar memudahkan proses pengambilan kompos cair yang sudah jadi.

Jika seluruh keperluan bahan dan alat sudah tersedia, Anda bisa memulai proses pembuatan kompos. Berikut ini uraian langkah-langkah membuat kompos dengan benar.

  1. Siapkan sampah organik seperti sisa kulit buah, dedaunan kering, sampah daun, dan sisa pemangkasan tanaman/rumput ke dalam wadah.
  2. Sampah organik berukuran besar harus dicincang terlebih dahulu agar ukurannya menjadi lebih kecil dan volume sampah yang masuk ke komposter bisa lebih banyak.
  3. Masukkan sampah yang sudah berukuran kecil ke wadah.
  4. Semprotkan cairan bioaktivator ke wadah penampungan sampah sambil diaduk hingga merata.
  5. Setelah tercampur merata dengan bioaktivator, masukkan sampah organik ke komposter hingga penuh. Biasanya, bahan organik di dalam komposter akan penuh setelah proses pengumpulan selama 1—2 bulan atau bergantung pada banyaknya penggunaan sampah organik di rumah. Semakin banyak sampah organik yang digunakan, semakin cepat proses pengumpulan.
  6. Setelah komposter penuh, tutup komposter dan tunggu hingga sampah menghasilkan air atau lindi.
  7. Biasanya lindi baru bisa tercipta setelah dua minggu kemudian. Setelah itu, Anda bisa mengumpulkan lindi setiap 1—2 hari sekali.
Baca Juga:  Kementan Targetkan Pembangunan 2.358 Kampung Hortikultura di Seluruh Indonesia