Cara Membuat Minyak Kelapa Murni yang Bisa Diikuti Ibu-ibu

Pertanianku — Minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) menjadi salah satu alternatif yang mulai dilirik banyak orang ketika harga minyak sawit melambung tinggi. Minyak kelapa dapat dibuat sendiri dari buah kelapa. Cara pembuatannya juga terbilang tidak sulit. Sebenarnya, ada beberapa cara untuk membuat minyak kelapa murni. Tiap cara memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

membuat minyak kelapa
foto: Trubus

Biasanya, produsen membuat minyak kelapa dengan metode pemanasan, peragian, dan pancingan. Sayangnya, metode pemanasan membuat minyak bau tengik dan asam laurat serta kapriat menguap. Sementara itu, metode peragian membutuhkan asupan bakteri yang sulit didapatkan. Terakhir, cara pancingan yang menjadi metode populer juga kerap dihadang kendala karena membutuhkan minyak pancingan.

Selain ketiga metode tersebut, Melansir dari Majalah Trubus Edisi 427, ada cara lain yang lebih sederhana, cepat, dan murah untuk membuat minyak kelapa. Bahkan, cara ini bisa diikuti oleh produsen komersial sampai ibu rumah tangga. Minyak yang dihasilkan merupakan VCO kualitas premium. Cara pembuatan minyak kelapa ini disebut dengan teknik sentrifugal yang hanya bisa dilakukan pada kelapa yang benar-benar tua.

Kelapa yang benar-benar tua berkulit cokelat tua sempurna. Kelapa tua yang baru dipanen didiamkan terlebih dahulu di tempat teduh selama 2–4 minggu agar enzim pembentuk minyak terbentuk secara alami. Berikut ini cara membuat minyak kelapa yang mudah diikuti oleh ibu-ibu.

  • Ambil 10 butir kelapa tua yang sudah didiamkan selam 1 bulan.
  • Kupas dan keluarkan daging dari tempurung. Buang lapisan luar daging kelapa yang berwarna cokelat dengan pisau.
  • Parut daging kelapa dengan alat pemarut atau tangan.
  • Kelapa yang sudah diparut harus langsung diperas santannya, kelapa tidak boleh didiamkan lebih dari ½ jam karena dapat menyebabkan minyak gagal terbentuk. Pemerasan dilakukan dengan cara melarutkan kelapa dengan 6 liter air dan peras untuk ambil santannya. Lakukan dua kali pemerasan. Proses pemerasan juga bisa dilakukan tanpa air dan dilanjutkan pemerasan kedua dengan air.
  • Diamkan santan yang sudah didapatkan pada wadah berkeran selama 15–30 menit. Setelah itu, akan terbentuk dua lapisan, yaitu kanil alias kepala santan di bagian atas dan air di bagian bawah.
  • Buang air dengan membuka keran pada wadah.
  • Simpan kanil pada wadah bersih, lalu putar dengan mixer pembuat roti dengan kecepatan penuh selama 15 menit. Pemutaran yang cepat menyebabkan emulsi terdispersi alias pecah.
  • Setelah itu, diamkan selama 2–4 jam di dalam galon air mineral yang posisinya terbalik. Selanjutnya, akan terbentuk lapisan air, minyak, dan blondo.
  • Ambil minyak dengan membuka keran yang berada di bawah galon.
  • Saring minyak dengan tiga tingkatan, yakni saringan antikarat berukuran 200 mesh, kertas saring 400 mesh, dan corong besar yang sudah disumpal bagian ujungnya dengan kertas tisu tanpa parfum.
Baca Juga:  Asal-usul Pisang sebagai Buah Populer di Dunia