Cara Membuat Minyak Serai Wangi

Pertanianku— Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) biasanya dimanfaatkan dalam bentuk minyak serai wangi untuk industri parfum, sabun, pasta gigi, insektisida, obat gosok, dan kosmetik. Di Indonesia, sentra penanaman serai wangi berada di Aceh, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah.

minyak serai wangi
foto: pixabay

Lahan yang cocok dipakai untuk budidaya tanaman serai wangi adalah tanah dengan ketinggian tempat antara 250—1.000 m dpl dan curah hujan 1.500—2.000 mm/tahun. Tempat budidaya serai wangi harus mendapatkan sinar matahari secara penuh dengan suhu udara sekitar 20—30°C dan pH tanah antara 5—6.

Penyulingan minyak serai wangi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Pada proses penyulingan langsung harus menggunakan serai wangi yang sudah dimasak dengan air. Dengan begitu, penguapan air dan minyak dapat berlangsung bersamaan.

Hasil rendemen minyak yang didapatkan akan lebih banyak jika tanaman dipanen ketika musim kemarau, yakni sekitar 1,2 persen. Sementara itu, serai wangi yang dipanen pada musim hujan hanya menghasilkan rendemen minyak sekitar 0,5 persen. Berikut ini tahapan pembuatan minyak serai wangi.

  • Pangkas daun serai wangi ketika tanaman berumur enam bulan.
  • Keringkan daun di bawah sinar matahari selama 4—5 jam. Bila hujan, pengeringan bisa dilakukan di tempat teduh selama dua hari dengan cara ditebar daunnya.
  • Siapkan peralatan suling, lalu masukkan daun ke ketel.
  • Suling daun dengan cara dikukus atau penyulingan air-uap. Penyulingan berlangsung selama 4—5 jam atau hingga tidak ada minyak yang menetes lagi. Rendemen minyak yang mungkin bisa Anda peroleh sebesar 0,9—1 persen.
  • Setelah penuh, tutup ketel suling dengan penutupnya.
  • Kunci penutup agar tidak ada uap yang mengalir keluar.
  • Pisahkan minyak yang masih tercampur air dengan membuka keran tabung pemisah.
  • Saring minyak dengan kertas saring agar bebas dari kotoran.
  • Tambahkan natrium sulfat anhidrat atau magnesium sulfat anhidrat 2—5 persen ke dalam minyak sehingga diperoleh minyak yang tidak tercampur air.
  • Keluarkan bahan sisa suling dari ketel setelah suhu ketel penyuling dingin, kemudian bersihkan ketel.
Baca Juga:  Pengendalian Terpadu Penyakit Kerdil Tanaman Lada