Cara Membuat Pupuk Bokashi dari Kotoran Sapi

Pertanianku — Satu ekor sapi muda yang dikebiri mampu memproduksi kotoran sebanyak 15–30 kg. Kotoran tersebut bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dan lingkungan di sekitarnya. Namun, kotoran tidak bisa langsung diberikan tanaman, kotoran harus melalui proses pengomposan terlebih dahulu. Salah satu produk pupuk organik dari kotoran sapi yang dapat Anda buat adalah pupuk bokashi.

kotoran sapi
foto: Pertanianku

Pengomposan begitu penting untuk kotoran sapi karena dapat membuat penguraian bahan organik menjadi lebih cepat pada tanah yang mengandung cukup udara dan air.

Jika tidak segera diuraikan kotoran sapi dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Selain itu, kotoran yang tidak dikomposkan sulit diurai, struktur bahan organik segar sangat kasar sehingga dapat menyebabkan tanah menjadi remah, dan kotoran tidak selalu tersedia setiap saat.

Dengan pengomposan, Anda bisa menyimpan kotoran dalam bentuk pupuk kandang yang dapat digunakan sepanjang waktu selama kualitas pupuk masih baik. Berikut ini cara pembuatan pupuk bokashi dari kotoran sapi.

Bahan-bahan:

  • Kotoran sapi yang sudah ditiriskan
  • Sekam sebanyak 10 persen dari bobot kotoran
  • Abu sekam 10 persen dari bobot kotoran
  • Dedak padi 5 persen dari bobot kotoran
  • Campuran larutan 2 cc EM4, 1 liter air, dan 6 sendok makan gula pasir

Cara membuat:

  • Campurkan kotoran sapi, sekam, abu sekam, dan dedak padi sesuai dengan takaran yang dibutuhkan. Aduk seluruh bahan hingga tercampur merata.
  • Tambahkan campuran larutan EM4, air, dan gula pasir ke dalam campuran bahan pertama, lalu aduk hingga tercampur merata membentuk adonan dengan kadar air kurang lebih 40 persen.
  • Tutup bahan organik dengan karung goni atau tikar, biarkan proses pengomposan berlangsung secara aerob. Saat proses fermentasi berlangsung, suhu bahan organik bisa tinggi mencapai 35–40°C. Apabila suhu bahan organik sudah mencapai 50°C, segera bolak-balik bahan organik agar udara masuk dan suhu menurun.
Baca Juga:  Enam Zoonosis yang Menjadi Prioritas Nasional Kementerian Pertanian

Proses fermentasi pupuk bokashi kotoran sapi biasanya berlangsung selama 4–5 hari. Pupuk dianggap sudah jadi apabila sudah mengeluarkan aroma khas fermentasi, bahan terasa kering, dingin, dan ditumbuhi jamur. Namun, bila pupuk mengeluarkan bau busuk, pembuatan pupuk bokashi dianggap gagal.