Cara Membuat Pupuk Cair dari Kotoran Kambing

PertaniankuKotoran kambing tidak hanya bisa dibuat menjadi pupuk kandang padat yang banyak dijual di toko pertanian. Kotoran hewan ternak ini juga dapat diolah menjadi pupuk cair yang disebut dengan POC (pupuk organik cair).

kotoran kambing
foto: Pertanianku

Cara pembuatan pupuk cair dari kotoran kambing terbilang cukup mudah. Anda dapat membuat pupuk cair dari pupuk organik yang sudah jadi, lalu dilarutkan ke dalam air. Jenis pupuk ini hampir sama dengan pupuk kandang padat, yang membedakan hanya bentuknya.

Suspensi larutan pupuk cair relatif kurang stabil dan mudah mengendap. Pupuk kandang ini juga tidak bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, pupuk yang baru dibuat harus langsung digunakan.

Pengaplikasian pupuk cair berbeda dengan pupuk kandang. Pupuk cair diaplikasikan dengan cara disiram langsung ke bagian permukaan tanah di sekitar tanaman, tidak ke daunnya.

Pupuk cair juga dapat dibuat dari bahan-bahan organik yang sudah difermentasikan secara anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan baku pembuatan pupuk ini merupakan kotoran kambing atau bahan organik yang belum diolah atau difermentasikan. Pupuk cair yang akan dihasilkan dari proses pembuatan pupuk ini akan benar-benar cair sehingga larutannya terbilang lebih stabil dan tidak akan mengendap.

Pupuk cair tipe kedua dapat dibuat dengan cara mengumpulkan kotoran kambing sebanyak setengah ember. Setelah itu, kotoran tersebut dicampurkan dengan air bersih sebanyak ¾ bagian ember. Agar proses fermentasi berlangsung lebih cepat, Anda bisa menambahkan EM4 sebanyak 6 tutup botol atau sekitar 72 ml untuk kotoran kambing seberat 20 kg. Cairan EM4 tersebut perlu dilarutkan terlebih dahulu dengan 1 liter air.

Tambahkan molasses, tetes tebu, gula pasir, atau gula merah sebanyak 100 gram sebagai nutrisi untuk bakteri yang berada di dalam EM4. Jika Anda menggunakan gula merah, gula tersebut perlu dilarutkan terlebih dahulu ke dalam air. Selanjutnya, aduk campuran EM4, air, dan molasses/gula merah/gula pasir hingga rata.

Baca Juga:  Penyakit Tanaman Jabon yang Perlu Diwaspadai

Masukkan larutan EM4 tersebut ke ember yang sudah berisi kotoran kambing, aduk kembali hingga rapat. Tutup rapat ember tersebut dan diamkan hingga proses fermentasinya berjalan optimal. Kotoran perlu diaduk setiap 1—2 hari sekali untuk menunjang jalannya proses fermentasi. Pupuk organik biasanya sudah siap setelah 21 hari proses fermentasi.

Pupuk cair yang sudah jadi perlu dicampur terlebih dahulu dengan air. Biasanya, perbandingan yang digunakan antara pupuk organik cair dan air sekitar 1:10.