Cara Membuat Pupuk Cair dari Sampah

Pertanianku Pupuk cair adalah salah satu pilihan pupuk organik yang bisa digunakan untuk menambah kesuburan tanah. Pupuk bisa dibuat dari sampah seperti air got. Pupuk yang terbuat dari sampah memiliki keunggulan, di antaranya kandungan unsur hara yang lebih tinggi dan pupuk cair mudah diaplikasikan pada media tanam.

pupuk cair
foto: pertanianku

Pupuk cair yang dibuat dengan air got membutuhkan cairan ekstrak bahan organik yang berfungsi untuk membusukkan air dalam kondisi anaerob. Dibandingkan dengan kompos, pembuatan pupuk cair jauh lebih singkat. Namun, harga jual pupuk cair justru lebih tinggi dibandingkan kompos.

Berikut ini pembahasan mengenai cara pembuatan pupuk cair dari air got yang sudah diendapkan materinya terlebih dahulu.

Loading...

Bahan dan alat:

  • 000 liter air got yang sudah diendapkan
  • 5 liter molase atau tetes tebu atau larutan gula merah
  • 10 liter bioaktivator semai cair
  • 2 buah tangi berkapasitas 500 liter
  • Ember
  • Alat pengaduk

Cara membuat:

  1. Masukkan bahan-bahan ke tangki dan aduk hingga merata
  2. Tutup rapat tangki selama 3 hari
  3. Aduk rata semua bahan yang ada di dalam tangki setiap hari dari hari ke-4 hingga hari ke-7
  4. Tutup rapat tangki pada hari ke-8, lalu diamkan selalam 14 hari
  5. Campuran tersebut sudah menjadi pupuk yang siap diberikan ke media tanam atau dikemas untuk dijual

Cara mengaplikasikan pupuk ini adalah 1 liter konsentrat pupuk dicairkan dengan 1.000 liter air. Selanjutnya, semprotkan pupuk tersebut pada media tanam. Jangka waktu pemberian pupuk cair adalah 1—2 minggu sekali untuk semua jenis tanaman. Pemberian sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari penguapan karena suhu yang tinggi.

Pupuk yang dihasilkan dari sampah akan berwarna cokelat kehitaman, aromanya cenderung asam, berbentuk cairan, dan sedikit kental pekat. Pupuk ini sangat ramah lingkungan sehingga baik untuk digunakan dalam jangka panjang. Namun, penggunaannya harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Baca Juga:  Hama Pohon Kayu Manis yang Harus Diwaspadai

 

Loading...
Loading...