Cara Membuat Pupuk Kalium dari Sabut Kelapa

Pertanianku— Bagian kelapa yang sering berujung menjadi limbah atau tidak terolah kembali adalah sabut kelapa, bagian terluar dari buah kelapa yang membungkus tempurung kelapa. Bagian tersebut lebih sering dibuang karena tidak bernilai ekonomi, padahal sebenarnya masih bisa diolah menjadi pupuk organik.

sabut kelapa
foto: pixabay

Satu butir kelapa dapat menghasilkan 400 gram sabut kelapa yang mengandung 30 persen serat yang kaya unsur. Sabut tersebut memiliki ketebalan sekitar 56 cm yang terdiri atas lapisan dalam dan lapisan luar. Sabut kelapa mengandung selulosa, lignin, pyroligeous acid, gas, arang, ter, tannin, dan potassium.

Banyaknya unsur hara di dalam sabut kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk organik cair. Pupuk organik cair tersebut mengandung unsur kalium yang cukup besar sekitar 10,25 persen sehingga dapat dijadikan sumber kalium organik yang bagus untuk tanaman. Sabut kelapa juga berguna sebagai media tanam dan pembuatan agar-agar kertas.

Cara pembuatan pupuk organik dari limbah kelapa terbilang cukup mudah karena caranya hampir sama seperti proses pembuatan pupuk organik umumnya, termasuk dengan bahan-bahan yang dibutuhkan. Berikut ini daftar bahan-bahan yang dibutuhkan beserta ulasan cara pembuatan pupuk organik dari sabut kelapa yang dilansir dari laman cybex.pertanian.go.id.

Bahan-bahan:

  • Sabut kelapa kering 1 kg
  • Gula merah 100 gram
  • EM4 100 ml
  • Air 100 liter
  • Parang
  • Golok
  • Wadah ember/tong bekas/jerigen yang memiliki penutup

Cara membuat:

  • Potong kecil-kecil sabut kelapa, kemudian masukkan ke wadah yang sudah disediakan.
  • Siapkan gula merah dengan 10 liter air pada wadah terpisah.
  • Tambahkan EM4 ke dalam larutan gula tersebut, lalu aduk hingga rata.
  • Tuangkan larutan tersebut ke dalam wadah yang sudah berisi serabut kelapa, kemudian tutup wadah.
  • Tutup wadah perlu dibuka selama beberapa detik untuk membuang gas yang ditimbulkan dari proses fermentasi tersebut.
  • Biarkan selama 2 minggu dan simpan di tempat yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung.
Baca Juga:  Cara Alami Mengendalikan Hama Terung