Cara Membuat Pupuk Kompos dari Ampas Kopi


Pertanianku — Kopi adalah minuman favorit hampir masyarakat dunia termasuk Indonesia. Di balik rasa sedap yang dimilikinya, ternyata ampas dari minuman berkafein ini bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos. Cara membuat pupuk kompos dari ampas kopi ini juga sangat sederhana.

pupuk kompos dari ampas kopi
Foto: Google Image

Pemanfaatan ampas kopi dalam dunia budidaya bukanlah hal yang baru, beberapa negara maju seperti Amerika dan Australia sudah lama berdiri tempat-tempat pengolahan ampas kopi. Salah satunya adalah pengolahan ampas kopi Ground to Ground yang berdiri di Texas, Amerika Serikat. Sayangnya, di Indonesia sendiri ampas kopi sering dibuang begitu saja dan malah menjadi limbah yang mencemari perairan.

Langkah pembuatan pupuk kompos dari ampas kopi sangatlah mudah. Bahkan, bisa dikatakan mirip dengan pembuatan minuman kopi. Berikut ini alat dan bahan serta proses pembuatannya.

Alat dan bahan

  • Panci
  • Alat pengaduk
  • Bubuk kopi
  • Air secukupnya

Proses pembuatan

  1. Masak air secukupnya atau menyesuaikan dengan jumlah bubuk kopi yang ada. Setelah mendidih, matikan kompor dan masukkan bubuk kopi ke panci tersebut.
  2. Aduk-aduk hingga rata dan air berubah menjadi hitam pekat.
  3. Saring larutan kopi tersebut untuk memisahkan air dari ampas kopi.
  4. Anda dapat menikmati air kopi yang telah disaring sebagai minuman yang nikmat dengan menambahkan gula atau bahan lainnya.
  5. Sementara ampas kopi dapat dijemur hingga kering.
  6. Ampas kopi yang telah kering inilah yang akan kita gunakan sebagai pupuk kompos alternatif.
  7. Cara pengaplikasiannya cukup ditaburkan pada media tanam.

Tidak hanya kaya akan Nitrogen, Phospat, dan Kalium yang berperan penting dalam pertumbuhan tanaman, tetapi cara membuat pupuk kompos dari ampas kopi juga memiliki fakta menarik lainnya.

Ampas kopi yang dijadikan sebagai alternatif pupuk kompos ini sangat ramah lingkungan dan ekonomis. Tanaman yang cocok untuk diberi pupuk kompos dari ampas kopi ini adalah tanaman yang butuh pH rendah atau berkisar antara 5,5—6,5. Contoh tanaman tersebut adalah tomat, cabai, dan juga kacang panjang.

Baca Juga:  Cara Budidaya Ketumbar yang Belum Diketahui Banyak Orang

Pupuk kompos dari ampas kopi juga dapat berfungsi sebagai pestisida alami. Ampas kopi yang telah ditaburkan ke permukaan tanah sebagai pupuk kompos mampu menjauhkan tanaman dari serangan berbagai hama. Contoh hama yang tidak berani mendekat lagi adalah siput dan juga semut pemakan bibit.

Pemanfaatan ampas kopi sebagai pupuk kompos juga ternyata ramah juga terhadap ekosistem pada tanah. Hal ini tampak pada cacing tanah yang tidak terganggu dengan kehadiran pupuk kompos alternatif ini. Cacing tanah malah senang memakannya, dan seperti yang kita ketahui bersama, cacing merupakan sahabat para petani yang bekerja untuk menyuburkan tanah.