Cara Membuat Silase Pakan Ternak dari Limbah Tanaman Jagung

Pertanianku — Kebutuhan bahan pakan di Indonesia relatif besar. Jumlah yang dibutuhkan terus meningkat dengan seiring berjalannya waktu. Untuk memenuhi semua permintaan yang ada, limbah tanaman jagung dapat menjadi salah satu alternatif terbaik. Limbah tersebut dapat diolah menjadi beberapa produk pakan ternak, salah satunya adalah silase.

limbah tanaman jagung
foto : Pertanianku

Silase merupakan pakan ternak yang sering dibuat di daerah yang memiliki 4 musim. Hal ini karena pada musim dingin ketersediaan rumput segar sangat minim.

Sebenarnya, olahan pakan ini dapat diadaptasi di Indonesia. Sayangnya, masih banyak kendala yang kerap dialami oleh peternak ketika membuat pakan ini, seperti tidak ada ruang simpan yang memadai. Jika disimpan di dalam plastik, plastik tersebut tidak boleh mudah robek, tetapi terkadang tikus menyebabkan kantong tersebut robek.

Seluruh bagian limbah tanaman jagung termasuk buah muda atau buah yang hampir matang dapat diolah menjadi pakan silase. Bagian tanaman yang tersisa dari kegiatan panen umumnya masih memiliki kadar air yang cukup tinggi. Untuk membuat silase, Anda membutuhkan bahan baku dengan kadar air sekitar 60 persen. Oleh karena itu, bahan yang akan diolah perlu dijemur terlebih dahulu selama 2—3 hari.

Limbah tanaman jagung yang sudah dikeringkan langsung dipotong-potong menjadi ukuran kecil, kemudian dipadatkan dalam kantong plastik kedap udara atau dalam silo-silo yang berbentuk bunker.

Wadah yang kedap udara dapat membantu bahan agar tidak terkontaminasi dan ditumbuhi oleh bakteri yang merugikan seperti Clostridium tryobutyricum. Bakteri tersebut dapat mengubah asam laktat menjadi asam butirat.

Jika Anda menggunakan seluruh bagian tanaman, termasuk buah yang masih muda untuk diolah menjadi silase, kebutuhan karbohidrat untuk pertumbuhan bakteri sudah terpenuhi. Namun, jika Anda hanya menggunakan jerami atau kulit jagung, Anda perlu menambahkan molase sebagai sumber karbohidrat terlarut atau strater untuk mempercepat proses pembuatan silase.

Baca Juga:  Tertarik Ternak Ayam Broiler? Kenali Dulu Risikonya

Mikroba yang biasanya ditambahkan merupakan mikroba penghasil asam laktat seperti Lactobacillus plantarum, Lactobacillus casei, L. lactis, L. bucheneri, Pediocococcus acidilactici, dan Enterococcus faecium. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan pH silase cepat turun.

Proses pembuatan silase tanpa menggunakan starter akan berlangsung selama 3 minggu. Silase yang sudah jadi akan ditandai dengan bau yang agak asam karena pH silase terbilang rendah sekitar 4 dan bahan berwarna cokelat muda. Jika silase tersebut ditambahkan molase, silase yang dihasilkan agak berbau sedikit.