Cara Memelihara Anak Kelinci


Pertanianku – Kebuntingan pada kelinci berlangsung selama 30—32 hari. Setelah itu, bayi-bayi kelinci akan lahir. Kondisi bayi-bayi kelinci yang baru lahir masih lemah, matanya tertutup, masih tuli, dan bulu-bulunya belum tumbuh. Lima hari sebelum melahirkan, umumnya induk akan merontokkan bulunya untuk menghangatkan anak-anaknya. Namun demikian, terkadang ada induk yang tidak sempat merontokkan bulunya. Kondisi ini bisa membuat anak-anak kelinci merasa kedinginan, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Bila hal ini terjadi, peternak perlu membantu dengan cara mencabuti bulu-bulu induknya pada bagian dadanya, kemudian diletakkan di dalam kotak sarang.

Tingginya Permintaan Daging Kelinci

Selama 20 hari, bayi-bayi kelinci akan menyusu pada induknya. Sekali melahirkan, anak kelinci bisa mencapai 4—12 ekor anak, tetapi rata-rata hanya 6—8 ekor anak. Induk kelinci memiliki delapan puting susu. Namun, yang berfungsi dengan baik hanya enam, sedangkan dua puting lainnya yang terletak paling depan kurang berfungsi. Bila jumlah anak kelinci yang dilahirkan lebih dari enam ekor, kemungkinan besar sisanya akan kekurangan air susu. Untuk mengatasi hal ini, bayi kelinci bisa disuapi. Jika produksi susu induk tidak mencukupi, bayi kelinci bisa diberi susu formula bayi (manusia) yang di bawah 1 tahun.

Air susu kelinci mengandung 120 g protein dan 155 g lemak per kg. Puncak produksi antara 12—28 hari laktasi (masa kelinci berproduksi susu). Setelah 28 hari laktasi, air susu mengandung 125 g protein dan 186 g lemak per kg. Produksi air susu mulai berhenti setelah 45 hari dari saat melahirkan.

Setelah 1—2 minggu, anak kelinci sudah bisa diberi pakan berupa rumput, kangkung, atau pakan ayam. Hal ini untuk melatih kelinci sejak awal. Dengan demikian, ketika sudah meningkat besar dan beranjak dewasa, kelinci sudah terbiasa/beradaptasi dengan kebiasaan tersebut.

Baca Juga:  Hobi Ikan Koi Bisa Datangkan Omzet Puluhan Juta

Apalagi rumput sangat penting untuk memenuhi kebutuhan serat kelinci sehingga mampu mencegah terjadinya penyumbatan di saluran cerna. Rumput juga sehat untuk pertumbuhan gigi kelinci karena harus dikunyah. Gigi kelinci tumbuh terus-menerus. Dengan mengunyah, berarti akan menjaga gigi tetap tajam sehingga pertumbuhan gigi tidak terlalu cepat. Pertumbuhan gigi kelinci yang terlalu cepat akan membuat kelinci merasa tidak nyaman saat makan, bahkan bisa menimbulkan luka dan infeksi di rongga mulut.

Sementara itu, kangkung dan konsentrat diberikan karena bertekstur halus sesuai dengan kondisi kelinci kecil yang belum tumbuh gigi. Ketika beranjak dewasa, kelinci tidak kaget dengan pelet/konsentrat. Namun, pemberian pelet harus dikurangi seiring dengan bertambahnya umur. Hal ini karena pelet tidak memberikan kunyahan yang cukup dan tidak baik untuk pertumbuhan gigi kelinci. Kelinci hanya memerlukan beberapa kali kunyahan untuk menghancurkan pelet. Berbeda dengan rumput yang harus dikunyah berkali-kali.

Pada umur tujuh hari, tubuh anak kelinci sudah mulai ditumbuh bulu. Matanya pun mulai terbuka dan pada umur 10—11 hari, anak kelinci sudah mulai bisa melihat. Seminggu kemudian, yaitu pada umur 17—18 hari, anak kelinci mulai keluar dari kotak sarang. Sejak saat inilah, anak kelinci mulai belajar makan sendiri. Mereka meloncat-loncat, berlari-lari, dan makan rumput mengikuti tingkah laku induknya. Namun, oleh karena alat pencernaannya belum begitu kuat, pakan yang diberikan sebaiknya tidak terlalu banyak mengandung serat kasar. Sambil belajar makan, anak kelinci masih perlu menyusu pada induknya.

 

Sumber: Buku Kelinci Potong

loading...
loading...