Cara Memelihara Benih Gurami di Kolam Terpal

Pertanianku — Teknik pemeliharaan benih gurami harus dilakukan dengan benar agar benih tersebut bisa tumbuh hingga besar dan dipanen. Pemeliharaan benih bisa dilakukan di kolam tanah atau kolam terpal. Saat ini sudah banyak pembudidaya yang menggunakan kolam terpal karena dianggap lebih efisien, mudah dibuat, dan murah. Tingkat hidup benih yang dipelihara di kolam terpal lebih tinggi dibandingkan benih yang dipelihara di kolam tanah.

benih gurami
foto: Pertanianku

Kolam terpal yang akan digunakan harus menggunakan rangka yang terbuat dari susunan bata yang ditumpuk menjadi seperti balok tanpa penutup. Volume kolam yang bisa Anda buat sekitar 2 m × 1,5 m × 0,6 m.

Agar kolam yang digunakan bisa bekerja maksimal, bagian dinding kolam sebaiknya diplester dengan semen. Setelah rangka kolam selesai dibuat, pasang plastik terpal sebagai lapisan dalam kolam.

Bahan rangka yang digunakan bisa selain batu bata, misalnya tanah, bambu, atau kayu. Bahan tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi di lingkungan Anda jika batu bata sulit didapat.

Penggunaan batu bata lebih disarankan karena rangka kolam bisa bertahan lebih lama. Rangka yang terbuat dari kayu atau bambu akan mudah rusak karena lapuk atau dimakan oleh rayap. Sementara itu, rangka yang terbuat dari tanah akan mudah longsor jika tanah yang digunakan tidak padat.

Setelah terpal dipasang di bagian dalam kolam, Anda tidak bisa langsung menggunakan kolam tersebut. Kolam terpal harus dicuci terlebih dahulu dengan air. Setelah itu, isi kolam dengan air hingga setinggi 30—40 cm, lalu diamkan selama satu malam.

Selama proses tersebut berlangsung, usahakan air terus masuk ke kolam menggunakan pompa akuarium yang kecil agar volume yang masuk ke kolam setiap harinya sekitar 10—20 persen. Jika kondisi air yang digunakan kurang bagus, Anda bisa menggunakan unit resirkulasi.

Baca Juga:  Pokdakan Kabupaten Pasaman Raih Omzet Miliaran Rupiah dari Budidaya Ikan Air Tawar

Saat pembuatan kolam, Anda harus buat juga saluran air yang berfungsi sebagai saluran masuk dan keluarnya air. Selanjutnya, buatlah kemalir atau lekukan di bagian dasar kolam. Kemalir tersebut berfungsi memudahkan proses pergantian air ketika proses panen berlangsung.

Kolam dengan ukuran volume tersebut bisa menampung larva gurami sebanyak 1.500—2.000 ekor/kolam.

Berikan pelindung seperti potongan paralon yang berukuran 2—3 inci sepanjang 20—30 cm. Setiap kolam diberikan pelindung sebanyak 5—6 buah agar benih gurami tidak terkena matahari dan air hujan secara langsung.

Pakan yang digunakan adalah cacing sutera. Pemberian pakan harus dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Lama pemeliharaan benih gurami berlangsung sekitar 1—2 bulan.