Cara Memetik Daun Teh yang Benar

Pertanianku — Pemanenan daun teh yang benar dilakukan dengan cara memetik bagian pucuk daunnya. Pemetikan pucuk teh yang tepat dapat membuat produksi tanaman berkelanjutan. Tahukah Anda, cara memetik daun teh ditentukan oleh kecepatan pembentukan tunas. Dari kecepatan tersebut akan diketahui jenis pemetikan, jenis petikan, daur petikan, areal petik, tenaga petik, dan pelaksanaan pemetikan yang tepat.

cara memetik daun teh
Foto: freepik

Jenis pemetikan

Jenis pemetikan daun teh terbagi menjadi dua, yaitu pemetikan jendangan dan pemetikan produksi. Pemetikan jendangan merupakan pemetikan yang dilakukan pada tahap awal setelah tanaman dipangkas. Pemetikan ini bertujuan membentuk bidang petik yang lebar dan rata dengan ketebalan lapisan daun.

Tinggi pemetikan jendangan dari bidang pemangkasan bergantung pada tinggi rendahnya pangkasan. Biasanya, pemetikan jendangan dilakukan sebanyak 6–10 kali petikan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemetikan produksi.

Adapun pemetikan produksi adalah pengambilan pucuk pada bagian tanaman teh dan dapat dilakukan secara terus-menerus dengan jenis petikan tertentu sampai pangkasan dilakukan. Pada proses pemetikan produksi, ada bagian daun yang ditinggalkan. Berdasarkan daun yang ditinggalkan, pemetikan produksi terbagi menjadi tiga, yakni pemetikan ringan, pemetikan sedang, dan pemetikan berat.

Jenis petikan

Jenis petikan terbagi menjadi tiga, yakni petikan halus, petikan medium, dan petikan kasar. Petikan halus dilakukan apabila yang dihasilkan terdiri atas pucuk peko (p) dengan satu daun atau pucuk burung dengan satu daun yang muda. Biasanya, jenis petikan ini ditulis dengan rumus p+1 atau b+1m.

Jenis petikan selanjutnya adalah petikan medium yang dilakukan ketika pucuk yang dihasilkan terdiri atas pucuk peko dengan dua daun, tiga daun muda, serta pucuk burung dengan satu, dua, atau tiga daun muda. Rumus petikan medium adalah (p+2, p+3, b+1m, b+2m, b+3m).

Baca Juga:  Peluang Manis Pala Organik

Adapun petikan kasar dilakukan ketika pucuk yang dihasilkan terdiri atas pucuk peko dengan empat daun atau lebih dan pucuk burung dengan beberapa daun tua p+4 atau lebih b+(1-4t).

Daur petikan dan areal petikan

Kecepatan pertumbuhan pucuk dipengaruhi oleh umur pangkas, elevasi atau ketinggian tempat, iklim, serta kesehatan tanaman. Sementara itu, untuk pengaturan areal petikan harus mempertimbangkan keseragaman pucuk yang dihasilkan setiap hari dengan komposisi pucuk dari umur pangkas yang seimbang, mulai dari umur pangkas pada tahun pertama, kedua, ketiga, hingga keempat.