Cara Memilih Benih Cabai Rawit Berkualitas Tinggi

Pertanianku — Cabai rawit mempunyai ukuran besar, sedang, dan kecil. Umumnya, cabai rawit kecil rasanya sangat pedas. Sementara itu, benih cabai rawit berkualitas tinggi tentu akan memberikan hasil panen yang optimal nantinya.

Foto: Pixabay

Benih cabai rawit yang berkualitas dipilih dengan beberapa kriteria. Benih harus berasal dari cabai rawit yang berukuran besar, masak dipohon, dan sehat alias terbebas dari hama atau penyakit.

Untuk menjadikannya benih, cabai rawit dipotong menjadi tiga bagian. Caranya, potong dan buang bagian pangkal buah dan ujung buah masing-masing sepanjang 1 cm. Kemudian, buah cabai rawit dibelah secara membujur pada bagian tengahnya menjadi dua bagian dan biji buahnya dikeluarkan, lalu dipilih biji yang baik.

Loading...

Cuci biji hasil seleksi dengan air bersih, kemudian keringkan dengan cara diangin-anginkan. Selain itu, pengeringan dapat pula dilakukan dengan menjemur langsung di bawah terik matahari sampai menjadi kering dan bebas dari air yang menempel.

Setelah biji menjadi kering, baluri benih cabai rawit dengan fungisida seperti Benlate, untuk mencegah tumbuhnya jamur. Agar daya tumbuh benih baik, benih direndam ke dalam air hangat (35°—40° C) selama 24 jam.

Kemudian, biji yang terapung dipisahkan dan dibuang, sedangkan biji yang tenggelam digunakan sebagai benih. Dengan perlakuan tersebut, dapat diperoleh benih cabai rawit yang baik dengan daya tumbuh 80 persen.

Baca Juga:  5 Tabulampot yang Mudah Ditanam untuk Menghidupkan Pekarangan
Loading...
Loading...