Cara Memilih Pejantan Sapi Unggulan yang Mampu Memproduksi Semen Beku

Pertanianku — Salah satu syarat mutlak pelaksanaan inseminasi buatan adalah memilih pejantan sapi unggulan yang mampu memproduksi semen beku berkualitas sehingga bisa diinseminasikan ke induk betina. Penggunaan semen beku yang berasal dari pejantan sapi unggulan dapat menciptakan generasi atau anakan yang bermutu.

memilih pejantan sapi
foto: pertanianku

Dalam dunia IB atau inseminasi buatan, untuk memilih penjantan unggulan menggunakan nilai indeks yang disebut dengan Total performance Index (TPI). Nilai indeks ini merupakan kombinasi dari kemampuan pejantan untuk menurunkan sifat-sifat produksi susu (predicted difference for mill atau PDM), persentasi lemak susu (PD persen fat), dan tipe (PD type) pada anak betinanya. Ketiganya merupakan sifat-sifat terpenting yang harus dimiliki oleh sapi perah dengan perbandingan 1:1:1.

Kualitas semen beku sapi dan kerbau berdasarkan SNI harus memiliki beberapa standar bibit yang berlaku, yakni garis keturunannya, kemampuan produksi, dan reproduksi keturunannya. Berikut ini beberapa syarat yang harus dimiliki oleh pejantan unggulan.

Loading...

Lulus seleksi dan memiliki asal yang jelas

Syarat pertama yang harus dimiliki oleh pejantan unggulan adalah sudah lulus seleksi dan  berasal dari penjaringan ternak yang dilakukan oleh unit pelaksana teknis serta sudah mengikuti beberapa petunjuk teknis jaringan yang sudah ditetapkan. Pejantan juga bisa berasal dari pengadaan luar negeri.

Persyaratan teknis

Syarat kedua yang harus dipenuhi adalah persyaratan teknis. Pejantan yang akan digunakan harus memiliki catatan silsilah tetuanya, sudah terseleksi dengan benar dan terarah berdasarkan catatan kemampuan produksi dan reproduksi dari garis keturunannya, serta sudah memenuhi persyaratan kesehatan hewan.

Lulus uji performa

Persyaratan ketiga adalah reproduksi pejantan yang sudah lulus uji performa dan memiliki hasil uji seperti libido yang tinggi, servingability atau kesanggupan pejantan melayani atau mengawini betina yang tinggi, dan lingkar skrotum breed/rumpun sesuai standar yang sudah ditentukan.

Baca Juga:  Tips Memberikan Air Minum untuk Ayam Petelur dengan Tepat

Identifikasi

Persyaratan kelima adalah identifikasi pejantan yang mutlak harus dilakukan untuk pencatatan, pengamatan, serta penandaan produksi semen yang meliputi pemasangan identitas pejantan (data pejantan seperti nama dan kode pejantan yang biasanya terdiri atas 5—6 digit dan buku induk pejantan).

Diapkir

Syarat kelima adalah apkir/pengeluaran pejantan. Pejantan yang akan diapkir adalah pejantan yang sudah digunakan selama 6—7 tahun, tidak memenuhi syarat sebagai pejantan unggul, dan terkena penyakit hewan menular.

 

Loading...
Loading...