Cara Memperbanyak Agen Hayati Trichoderma dan Gliocladium

Pertanianku — Saat ini pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan cara organik atau tanpa pestisida kimia sudah mulai dilakukan lebih luas. Pasalnya, semakin banyak pembeli lebih menginginkan hasil panen bebas residu kimia. Ada banyak cara mengendalikan OPT tanpa bahan kimia, mulai dari menggunakan pestisida organik hingga memanfaatkan agen hayati untuk mengendalikan populasi OPT di areal tanam.

agen hayati
foto: unsplash

Agen hayati adalah organisme yang meliputi spesies, subspesies, atau varietas dari semua jenis serangga, nematoda, protozoa, cendawan, bakteri, virus, mikoplasma, serta organisme lain yang digunakan untuk keperluan pengendalian OPT dalam proses produksi, pengolahan hasil pertanian, dan berbagai keperluan lainnya.

Pengendali OPT ini dapat diperbanyak pada media artifisial seperti Potato Dextrose, tetapi media ini terbilang cukup mahal dan hanya bisa dilakukan di dalam laboratorium. Petani dapat mengganti peran media tersebut dengan dedak dan jagung.

Agen hayati yang dapat diperbanyak pada jagung adalah jamur entomopatogen Beauvera bassiana, sedangkan pada media dedak adalah Trichoderma dan Gliocladium.

Dedak atau bekatul mengandung protein sebanyak 8,77 persen dan karbohidrat sebanyak 84,36 persen. Susunan kimia yang terkandung di dalam bekatul adalah 76,60 persen bahan organik, 1,51–3,6 persen nitrogen, dan 2,75–4,87 persen P2O3.

Kedua media tersebut harus diolah terlebih dahulu agar menjadi media tumbuh yang baik. Berikut ini cara membuat media dedak yang dilansir dari laman balitjestro.litbang.pertanian.go.id.

Alat dan bahan yang digunakan:

  • Panci kukusan
  • Baskom
  • Staples
  • Sendok
  • Gelas plastik
  • Pengaduk
  • Kompor
  • Kotak isolasi (incase)
  • Dedak 1 kg
  • Yeast ekstrak 3,75 gram
  • Air bersih 1 liter
  • Kantong plastik tahan panas ukuran ¼ kg
  • Lilin

Cara membuat:

  • Campurkan dedak dengan air
  • Larutkan yeast ekstrak dengan sedikit air, kemudian campurkan ke dalam media dedak. Aduk hingga rata.
  • Masukkan dedak ke kantung plastik sebanyak 5 sendok, kemudian lipat plastik dan rekatkan dengan staples.
  • Kukus media di dalam panci selama 1 jam.
  • Angkat dedak dari panci dan biarkan hingga dingin.
  • Setelah dingin, ambil inoculum agen hayati di dalam incase, kemudian rekatkan ujung plastik di atas lilin.
  • Inkubasi hingga inoculum tumbuh memenuhi dedak.
Baca Juga:  Terapkan Pola Kemitraan, Petani Tembakau di Blora Untung