Cara Mempersiapkan Kolam Beton untuk Budidaya Ikan

PertaniankuKolam beton yang baru saja dibuat tidak bisa langsung digunakan karena masih mengandung beberapa senyawa kimia berbahaya bagi ikan. Penggunaan kolam beton untuk budidaya terbilang cukup jarang karena modal yang dikeluarkan untuk pembuatan kolam terbilang cukup besar. Hanya pembudidaya berskala besar yang bisa membuat kolam ini.

kolam beton
foto: Pertanianku

Kelebihan kolam beton sudah pasti tahan lama. Pembudidaya tidak perlu melakukan perbaikan secara rutin untuk kolam ini karena kolam sangat kuat dan tidak mudah rusak. Proses pembuatan kolam beton terbilang cukup memakan waktu. Berikut ini beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum kolam beton digunakan untuk budidaya ikan.

Pemupukan dasar kolam

Lakukan pemupukan dasar kolam untuk membuat lapisan lumpur buatan yang dibutuhkan untuk menumbuhkan pakan alami bagi ikan. Lumpur tersebut juga berfungsi mereduksi suhu panas yang masuk ke kolam sehingga ikan tidak mudah stres dan suasana di dalam kolam terasa lebih sejuk dengan lumpur buatan ini.

Masukkan air kolam untuk menghilangkan residu semen

Proses pembuatan kolam beton menimbulkan residu semen yang berbahaya untuk ikan. Oleh karena itu, pembudidaya perlu menghilangkan residu tersebut dengan cara mengalirkan air ke dalam kolam agar seluruh residu yang menempel di pematang kolam larut ke dalam air.

Keringkan kolam

Setelah air dimasukkan ke kolam dan didiamkan selama beberapa hari, air di dalam kolam dikeringkan. Air tersebut tidak boleh digunakan untuk budidaya karena dapat membahayakan ikan. Residu semen biasanya menimbulkan efek basa dan membuat suhu air di dalam kolam menjadi panas.

Isi kembali dengan air

Proses pencucian kolam bisa dilakukan beberapa kali hingga residu semen di dalam kolam menghilang. Jika residu masih terlihat, air harus dibuang kembali. Residu semen di dalam kolam harus benar-benar sudah menghilang. Biasanya, untuk menghilangkan bau semen, pembudidaya memanfaatkan potongan batang pisang yang digosokkan ke seluruh bagian kolam sehingga proses penghilangan residu kolam dapat berjalan lebih cepat dan proses budidaya bisa segera dilakukan.

Baca Juga:  Ikan Sidat, Biota yang Dilindungi Terbatas