Cara Menanam Alpukat Mentega yang Cepat Berbuah Bagi Pemula


Pertanianku — Apakah Anda salah satu penggemar buah alpukat mentega? Jika ya, maka Anda pasti berkeinginan untuk menananam tumbuhan tersebut. Anda juga pasti mencari tahu bagaimana cara menanam alpukat mentega supaya cepat berbuah untuk seorang pemula.

cara menanam alpukat mentega
Foto: Shutterstock

Alpukat atau disebut juga avokad, termasuk buah yang digemari di Indonesia. Dan, dari banyak jenis yang ada, jenis alpukat mentega yang paling dicari. Selain rasanya yang enak, alpukat mentega juga berdaya jual cukup baik sehingga banyak petani membudidayakannya untuk mendapatkan keuntungan. Anda juga bisa coba membudidayakan alpukat mentega.

Berikut ini beberapa langkah yang harus Anda lakukan untuk menanam buah alpukat mentega.

  1. Persiapan bibit alpukat mentega

Bibit pohon alpukat dapat diperoleh dengan 3 cara, yaitu cangkok atau setek batang, melalui biji, dan okulasi atau sambung pucuk. Namun, jika Anda menginginkan pohon alpukat cepat berbuah, cara yang tepat melalui cangkok.

Pilihlah cabang yang subur, tidak terlalu tua ataupun muda, cabang tersebut merupakan cabang pohon indukan baik, ketahanananya terhadap serangan hama dan penyakit dan lain sebagainya. Setelah cabang cangkok memiliki akar, potonglah bagian pangkal cabang sekitar 3 cm dari cangkokan.

Jika sudah, selanjutya tanam cabang cangkok tersebut dalam polibag dengan membuka penutup cangkokan terlebih dahulu. Letakkan bibit alpukat pada tempat yang teduh, lakukan penyiraman secara rutin, serta lakukan perawatan lainnya hingga bibit cangkok memiliki banyak akar dan dapat dipindahtanamkan pada lahan tanam.

  1. Persiapan lahan tanam alpukat mentega

Lahan yang akan digunakan untuk budidaya alpukat mentega ini diolah terlebih dahulu, bersihkan lahan dari gulma atau tanaman pengganggu, hingga batu yang ada. Setelah itu, gemburkan lahan tanam dengan cara dibajak atau dicangkul, kemudian dicangkul halus sebanyak 2—3 kali.

Baca Juga:  4 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Replanting Kelapa Sawit

Setelah lahan tanam siap, selanjutnya buatlah lubang tanam dengan ukuran sekitar 60 cm × 60 cm dengan kedalaman sekitar 60—80 cm. Jika bibit yang akan ditanam banyak, lubang tanam dibuat dengan jarak yang sama, yaitu sekitar 6 m × 6 m. Selanjutnya, isi lubang tanam dengan pupuk kandang hingga 2/3 bagian. Biarkan pupuk meresap sempurna dan diamkan selama sekitar 3—4 minggu.

  1. Penanaman bibit alpukat mentega

Masukkan bibit dalam lubang tanam yang telah disiapkan, tapi sebelum dimasukkan, polibag dibuka dahulu dengan hati-hati, jangan sampai perakarannya rusak dan media semainya hancur. Setelah bibit dimasukkan ke lubang tanam, timbun kembali dengan tanah bekas galian lubang. Selanjutnya, lakukan penyiraman.

  1. Perawatan tanaman alpukat mentega

Lakukan penyiraman setiap hari pada bibit yang baru ditanam karena bibit tersebut membutuhkan banyak air. Jika hujan, tidak perlu dilakukan penyiraman. Selain itu, lakukan penyiangan secara rutin pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya.

Lakukan penggemburan pada tanah yang ada disekitar tanaman alpukat jika tanah mulai memadat. Jika cabang yang tumbuh terlalu rapat atau cabang ada yang mati, lakukan pemangkasan. Setelah dipangkas, bagian bekas pangkas diberi fungisida agar tidak terinfeksi jamur atau penyakit.

Agar nutrisi yang dibutuhkan tanaman terpenuhi, lakukan pemupukan secara teratur sebanyak 4 kali dalam setahun dengan jumlah pupuk yang diberikan bergantung pada umur tanaman. Pupuk yang biasa digunakan untuk pemupukan, yaitu pupuk urea, TSP, dan KCl. Pemupukan dilakukan dengan cara dimasukkan ke lubang yang dibuat melingkar di bawah tajuk tanaman dengan kedalaman sekitar 30—40 cm.

loading...
loading...