Cara Menanam Bawang Bombai yang Benar

Pertanianku — Sebelum menanam bawang bombai, Anda harus mempersiapkan terlebih dahulu bibit tanaman. Bibit bawang bombai bisa berasal dari biji atau umbinya. Bila menggunakan umbi, pastikan umbi tidak cacat, luka, rusak, atau pecah. Umbi yang dipilih sebagai bibit harus sudah tua, tidak mengerut, padat, menthes, dan mengilap. Umbi tersebut harus berasal dari tanaman yang dipanen sudah tua dan disimpan dalam waktu yang cukup lama.

menanam bawang bombai
foto: PIxabay

Umbi bawang bombai cukup sulit berbunga dan membentuk biji di iklim tropis seperti di Indonesia. Permasalahan ini bisa diatasi dengan menyimpan umbi yang akan ditanam. Penyimpanan dilakukan pada suhu rendah sekitar 5–10C. Proses ini berlangsung selama 3–4 minggu. Setelah itu, umbi dapat ditanam di daerah yang sejuk. Penyerbukan tanaman dibantu oleh serangga seperti lebah madu.

Cara lain untuk mendapatkan biji bawang bombai adalah dengan mendatangkan dari luar negeri. Apabila membeli bibit impor di pasaran, biji yang dipilih merupakan varietas yang bersifat hari pendek alias genjah. Pastikan juga biji tersebut belum kedaluwarsa karena nanti daya tumbuhnya akan sangat rendah, bahkan gagal.

Proses penanaman dapat dilakukan dengan menggunakan pot atau polibag dengan ketinggian 10–15 cm dan diameter 20 cm. Umbi bawang bombai bisa disemai terlebih dahulu atau langsung ditanam di pot permanen. Berikut ini cara menanam bawang bombai yang bisa Anda ikuti.

  • Semai benih bawang bombai dalam wadah datar berisi campuran media kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1.
  • Pindahkan bibit yang telah berkecambah ke dalam pot permanen atau polibag untuk penanaman. Media tanam yang digunakan sama dengan media tanam pada tahap penyemaian.
  • Lakukan penyiraman secara rutin setiap hari. Hal ini karena bawang bombai sangat menyukai air.
  • Tambahkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 100–150 gram per pot.
  • Lakukan penyiangan rumput/gulma dua kali, yaitu saat berumur tiga minggu dan setelah berumur enam minggu.
  • Lakukan pengontrolan terhadap kemungkinan serangan hama penyakit. Apabila daun terkena hama atau penyakit, segera buang daun tersebut.
  • Apabila umbi sudah terbentuk dan tampak ke permukaan tanah, sebaiknya tutup kembali dengan tanah sehingga tidak terlihat dari permukaan luar.
Baca Juga:  Waspada, Cara Pengapuran Tanah yang Salah akan Berakibat Fatal