Cara Menanam Bibit Markisa yang Benar

Pertanianku— Markisa dapat ditanam di dataran tinggi sekitar 1.000—2.000 mdpl dengan tipe iklim basah. Namun, buah markisa susu atau kuning bisa ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 600 mdpl. Bibit markisa yang sering digunakan berasal dari biji atau setek batang. Jika berasal dari biji, biji harus disemai terlebih dahulu hingga tumbuh setinggi lebih dari 50 cm dan berdaun 3—4 helai.

bibit markisa
foto: Pixabay

Bibit markisa juga bisa berasal dari perbanyakan sambung dengan batang bawah yang berasal dari semai markisa rola atau konyal berdaun empat.

Sebelum bibit markisa ditanam, lahan yang akan digunakan harus dicangkul terlebih dahulu untuk membersihkan gulma dan alang-alangnya. Mencangkul tanah sangat berguna menghilangkan gulma hingga ke akar-akarnya.

Setelah lahan sudah bersih dari gulma, buatlah lubang tanam dengan ukuran 40 cm × 40 cm dan kedalamannya sekitar 30—40 cm. Selanjutnya, berikan pupuk kandang yang sudah matang ke dalam lubang sebanyak 10 kg. Jika ada lebih dari satu bibit yang akan ditanam, gunakan jarak antarlubang tanam sekitar 2 m × 5 m.

Bibit markisa yang digunakan harus sudah cukup umur. Bibit yang berada di dalam polibag lebih bagus ditanam saat akhir musim hujan dan menjelang musim kemarau.

Bibit yang ditanam ketika musim kemarau dapat mengalami perlambatan proses berbunga. Bibit baru bisa berbunga setelah berumur 10—12 bulan. Sementara itu, bibit yang ditanam di akhir musim hujan sudah bisa berbunga saat berumur enam bulan.

Markisa merupakan tanaman merambat. Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan tiang rambatan agar pertumbuhan tanaman bisa lebih teratur. Tiang panjatan yang digunakan bisa berupa bambu, kayu, atau kawat yang dibentangkan seperti perambatan untuk tanaman anggur.

Baca Juga:  Proses Pembuatan Minyak Atsiri yang Benar agar Hasil Rendemen Lebih Banyak

Setelah bibit ditanam, pilih tiga tunas yang tumbuh kekar. Dua tunas dijalarkan ke bentangan tiang atau kawat terbawah, sedangkan satu lagi dijalarkan ke bagian yang lebih atas. Pekerjaan ini terus dilakukan setiap ada cabang yang muncul.

Jika ada cabang yang tidak produktif, pangkas cabang tersebut di bagian pangkalnya untuk merangsang tanaman agar cepat berbunga dan tingkat produktivitas tanaman meningkat.

 

 

 


loading...