Cara Menanam dan Merawat Bunga Aster


Pertanianku — Bunga aster merupakan bunga yang cukup terkenal di kalangan pecinta tanaman hias. Bunga ini memiliki nilai jual tersendiri di pasarnya. Oleh karena itu, menanam dan merawat bunga aster dapat menjadi pekerjaan sampingan Anda para pecinta tanaman hias.

menanam dan merawat bunga aster
Shutterstock

Berdasarkan genusnya, bunga aster sejenis dengan bunga matahari. Keduanya mempunyai kelopak bunga mekar dengan ciri kecil meruncing dan selaras. Namun, untuk bunga matahari, bunga ini didominasi dengan warna kuning, baik kelopak bunga maupun bagian tengahnya.

Sementara, warna kelopak dari bunga aster beragam mulai dari putih, kebiru-biruan, dan ungu. Berdasarkan konsumsi pasar, bunga aster berwarna ungu paling sering diburu.

Warna ini memadukan mahkota bunga yang tersusun rapi dengan kecerahan warna yang mempesona. Meskipun keduanya mempunyai kemiripan, cara menanam dan merawat bunga aster mempunyai penerapan yang berbeda.

Pada dasarnya, bunga ini digunakan sebagai bahan variasi saat mendekor ruangan, ataupun sebagai bahan tambahan saat merangkai gulungan bunga. Tentunya, hal ini membuat pemandangan semakin apik untuk dinikmati.

Selain warnanya yang beragam, bunga ini memiliki keunikan, yakni tidak mempunyai masa berbunga. Secara tidak langsung, bunga aster ini dapat berbunga sepanjang tahun. Dari keunikan ini, bunga aster dapat menjadi ketersediaan komoditas tidak terpengaruh oleh musim. Berikut ini langkah-langkah yang harus Anda lakukan ketika akan menanam bunga aster.

  1. Pencarian bibit unggul

Biji atau benih dapat memengaruhi kualitas dari bunga yang akan dipanen. Untuk mendapatkan biji terbaik, terdapat dua cara, yakni mengambil langsung dari petani atau membeli biji aster yang telah terkemas.

  1. Penyemaian

Pastikan biji bunga aster yang sudah Anda dapatkan telah dikeringkan. Sebelum biji dipindahkan ke polybag, biji-biji tersebut harus disemaikan di media tertentu.

Baca Juga:  Manfaat Bunga Mawar untuk Kesehatan dan Kecantikan

Siapkan media semai yang terdiri atas campuran pupuk organik, pasir, dan tanah biasa dengan perbandingan 1:1:1 dan ditambahkan air secukupnya. Tutup media semai tersebut dengan pupuk kompos dengan celah kecil di dalamnya. Fungsinya, yaitu agar bunga aster mendapatkan oksigen cukup dan dapat berkembang.

  1. Pemindahan media

Sebagai media terbaik, polybag dengan ukuran besar akan membantu tumbuh kembang bunga aster menjadi lebih cepat karena asupan oksigen yang diterima sangat melimpah. Selain itu, Anda juga dapat membuat media dari sekumpulan sekam arang, pasir atau tanah. Ketiganya sama-sama mengandung unsur hara yang banyak.

Masukkan media tanam yang disediakan ke pot atau langsung ke lubang tanah. Waktu yang paling tepat untuk menanam ialah sore atau pagi hari. Kedua waktu tersebut akan memberikan kesempatan bunga aster menyesuaikan diri pada tanah baru. Tidak hanya itu, bunga juga tidak akan terpapar oleh cahaya matahari secara langsung.

  1. Perawatan

Untuk menjaga bunga tetap sehat, Anda dapat menyiraminya pada pagi hari atau sore. Sayangnya, banyak orang gagal merawat bunga indah ini karena mereka menyiraminya pada siang hari.

Padahal, pada siang hari, bunga sedang melakukan pengolahan makanan dari daunnya. Secara langsung, menyiraminya sama saja dengan membunuhnya karena bunga tidak dapat menerima perbedaan suhu udara secara mendadak.

Selain itu, cara mencegah hama saat menanam dan merawat bunga aster dapat dilakukan dengan menyemprotkan Furadan. Adapun untuk menjaga unsur hara dalam tanah tetap terjaga, pemupukan mutlak diperlukan.

Sebagai tambahan, bunga aster sebaiknya ditaruh pada suhu yang tidak terlalu lembap ataupun kering. Bunga ini dapat tumbuh maksimal dengan kelembapannya yang sedikit. Oleh karena itu, penyiraman adalah kunci paling penting pascabunga telah dewasa. Berdasarkan pemahaman para ahli tanaman, bunga aster termasuk tumbuhan yang tidak kuat berada di daerah yang kering.

Baca Juga:  Festival Kurma di Bogor Perkenalkan Cara Budidaya Buah Kurma
loading...
loading...