Cara Menanam Gamal, Pakan Alami untuk Ternak


Pertanianku — Hijauan pakan ternak bisa Anda dapatkan dengan mudah, terutama jika Anda menanamnya sendiri, seperti gamal. Cara menanam gamal sebagai pakan alami untuk ternak ini cukup mudah dan bisa langsung Anda praktikkan sendiri di lahan yang Anda miliki.

pakan alami untuk ternak
Foto: Google Image

Gamal (Gliricidia sepium) adalah nama sejenis perdu dari kerabat polong-polongan, yaitu suku Fabaceae atau Leguminosae. Tanaman gamal berasal dari daerah Amerika Tengah dan Brazil. Tanaman gamal dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti kambing, sapi, kerbau, dan kuda.

Itu karena gamal mengandung berbagai kandungan nutrisi yang sangat baik dan diperlukan bagi hewan ternak. Kandungan nutrisi yang ada pada tanaman gamal di antaranya protein, serat, kalori, lemak, vitamin C, karbohidrat, air, dan mineral. Berikut ini cara menanam gamal untuk pakan ternak Anda.

  1. Persiapan lahan tanam gamal

Lahan yang akan digunakan untuk menanam gamal sebaiknya berada pada lokasi yang memiliki penyinaran cukup. Pastikan pH tanah tidak di bawah 6. Setelah itu, gemburkan tanah dan balik dengan menggunakan cangkul sekaligus diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang. Buatlah gundukan dan lubang tanam berukuran sekitar 10 cm × 10 cm dengan jarak tiap lubang tanam 50 cm sampai 200 cm.

  1. Persiapan bibit gamal

Perbanyakan bibit gamal dapat dilakukan melalui penyemaian benih gamal ataupun setek gamal. Perbanyakan bibit gamal melalui penyemaian benih gamal sedikit sulit karena jarang dijumpai toko benih atau toko pertanian yang menyediakan benih gamal. Hal tersebut karena kebanyakan gamal dipanen untuk diambil daunnya sebelum tanaman gamal berbuah atau berbunga sehingga sulit dijumpai.

Sementara, perbanyakan gamal melalui setek batang dapat dilakukan menggunakan tanaman yang telah mencapai umur sekitar 2 tahun lebih. Potong batang tanaman gamal induk yang berdiameter sekitar 3—4 cm dengan panjang sekitar 45 cm. Tapi jika dirasa sulit, bibit gamal didapatkan dengan membelinya di toko bibit atau petani gamal secara langsung.

  1. Penanaman gamal
Baca Juga:  Kenali Penyebab Telur Ayam Tidak Menetas

Jika semuanya sudah siap, segera lakukan penanaman. Lepaskan polibag bibit gamal dengan hati-hati agar media dan perakarannya tidak rusak. Masukkan bibit pada lubang tanam yang telah disiapkan sebelumnya, lalu tutup kembali dengan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang/kompos dan sekam dengan perbandingan 2:1:1, dan sedikit padatkan agar bibit dapat berdiri dengan kokoh.

  1. Perawatan dan panen gamal

Lakukan penyiraman secara rutin, yaitu setiap 2—3 kali sehari. Agar nutrisi tanaman gamal terpenuhi, lakukan pemupukan. Pemupukan tersebut dilakukan setiap 2—3 minggu sekali. Bersamaan dengan pemupukan, lakukan pula penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di sekitar tanaman.

Ketika musim panas dan sinar matahari dirasa cukup terik, lakukan pengguguran daun guna mengurangi penguapan. Pemanenan dapat dilakukan saat daun tanaman gamal berumur 3—4 bulan setelah tanam.