Cara Menanam Jamur Lingzhi, Si Raja Obat


Pertanianku Jamur lingzhi dikenal sebagai salah satu jenis jamur yang bermanfaat dalam pengobatan tradisional. Jamur yang memiliki nama Latin Ganoderma lucidium ini merupakan jamur kayu yang dijuluki sebagai “Raja Obat”.

Jamur lingzhi
Foto: Pixabay

Julukan teaebut tidak serta merta diberikan begitu saja. Pasalnya, khasiat jamur ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Selain itu, jamur ini aman digunakan dalam jangka waktu yang lama dan tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan tubuh. Pada dasarnya, budidaya jamur lingzhi relatif mudah dan berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Persiapan bibit dan media tanam

Tahap awal dalam budidaya adalah persiapan bibit jamur. Bibit jamur yang digunakan harus berkualitas. Untuk mendapatkannya, Anda bisa membelinya di tempat penjualan bibit yang terpercaya.

Proses pembuatan media tanam sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan pembuatan media jamur lainnya. Ayak serbuk gergaji dan bekatul secara terpisah. Kemudian, ambil hanya bagian yang halusnya. Campurkan dengan kapur dan tepung jagung, pupuk Urea, TSP, dan ZA dengan  takaran yang telah ditetapkan.

Aduk hingga media tercampur secara merata. Kemudian diamkan media selama 4—6 hari sebagai proses fermentasi untuk mematikan jamur liar yang mungkin bisa saja tumbuh. Selama proses fermentasi berlangsung, lakukan pembalikan agar media lebih tercampur dengan merata. Tunggu hingga media tanam berubah menjadi kecokelatan atau kehitaman.

Setelah itu, masukkan media ke plastik baglog tahan panas dengan ukuran 30×20 cm dengan ketebalan 0,5 mm dan tinggi 20 cm. Masukkan media hingga penuh kemudian padatkan.

  1. Sterilisasi media tanam

Masukkan baglog dalam drum yang akan digunakan untuk mengukus media. Susun hingga baglog tertata dengan rapi di dalam drum. Kemudian nyalakan api, untuk memanaskan drum. Idealnya suhu sterilisasi mencapai 90—120°C. Lama waktu sterilisasi berkisar antara 6—8 jam.

Baca Juga:  Cara Mudah Menanam Kangkung Hidroponik di Baskom

Selama proses sterilisasi berlangsung, jaga agar api tetap stabil untuk mempertahankan suhu pemanasan. Setelah itu, diamkan media hingga uapnya keluar. Kemudian setelah dingin, baglog segera dipindahlan ke dalam ruang inokulasi. Biarkan selama 2—3 hari untuk melihat tingkat kontaminasi pada media.

  1. Inokulasi

Inokulasi merupakan tahap penanaman bibit ke dalam baglog. Proses ini dilakukan di dalam ruangan yang steril dan khusus. Keberhasilan dalam proses inokulasi akan menentukan keberhasilan dalam budidaya.

  1. Inkubasi

Inkubasi merupakan proses untuk menumbuhkan miselium jamur pada suatu ruangan tertentu. Pertumbuhan ini, ditunjang oleh lingkungan dengan suhu 30—35°C, kelembapan udara mencapai 90—100%, serta bantuan pencahayaan menggunakan lampu TL 60 watt.

Lama waktu inkubasi mencapai 15—30 hari, hingga miselium tumbuh pada ¾ ukuran baglog. Setelah itu, baglog dapat dipindahkan ke kumbung untuk selanjutnya dirawat dan dipelihara agar dapat dipanen.

  1. Perawatan dan pemeliharaan

Paling penting dalam budidaya jamur lingzhi adalah memperhatikan kelembapan air. Untuk menjaga kelembapan air di angka 80—85%, diperlukan penyiraman pada bagian lantai dan atap kumbung. Selain itu, suhu kumbung juga harus dijaga pada angka 16—28°C.

Untuk pencahayaan dapat ditambahkan lampu TL 60 watt. Jangan lupa buka kapas dan cincin pada baglog saat miselium telah memenuhi baglog agar pertumbuhan dan pembentukan batang buah jamur tidak terganggu.