Cara Menanam Kacang Panjang yang Benar agar Hasil Panen Melimpah

Pertanianku — Tanaman kacang panjang termasuk mudah dibudidayakan, bahkan untuk pemula sekalipun. Selama ditanam di tanah yang subur, tanaman bisa tumbuh dengan maksimal. Semua jenis tanah dapat digunakan untuk menanam kacang panjang, asalkan pH-nya tidak terlalu asam.

menanam kacang panjang
foto: Trubus

Namun, apabila Anda ingin mendapatkan hasil panen yang maksimal, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, tanaman harus ditanam dan dirawat dengan cara yang benar. Berikut ini langkah menanam sekaligus merawat tanaman kacang panjang.

Pengolahan lahan

Lahan perlu diolah dengan pacul atau garpu sedalam 30 cm, lalu dibuat bedengan dengan lebar 100 cm atau 120 cm, bergantung pada jarak tanam yang Anda gunakan. Jarak tanam yang ideal untuk kacang panjang adalah 25 cm × 80 cm atau 20 cm × 100 cm. Lahan yang tandus perlu diberikan pupuk kandang matang sebanyak 10–15 ton/hektare.

Penanaman

Penanaman lebih bagus dilakukan menjelang akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sebelumnya, buatlah lubang kecil pada bedengan dengan tugal, kemudian masukkan 2 biji kacang panjang, lalu tutup dengan tanah agar benih tidak dimakan burung atau ayam. Setelah 4–7 hari, biji mulai tumbuh.

Perawatan tanaman

Untuk meningkatkan kesuburan tanah, Anda perlu memberikan pemupukan N, P, dan K dengan dosis per tanaman adalah 4,4 gram urea, 4,4 gram TSP, dan 2,2 gram KCl. Artinya, Anda membutuhkan 200 kg urea, 200 kg TSP, dan 100 kg KCl per hektare.

Berikan ajir atau lanjaran yang terbuat dari belahan bambu atau kayu yang tidak mudah lapuk. Ajir dipasang setelah tanaman tumbuh setinggi 0,5 m. Tanaman akan membelit ajir secara otomatis. Akan tetapi, bila tanaman tidak membelit sendiri, Anda dapat membantunya dengan mengarahkan tanaman ke kiri. Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan sembari memberikan pupuk susulan yang kedua kalinya.

Baca Juga:  Ubah Limbah Sabut Kelapa Jadi Pot Bunga

Selama masa perawatan, tanaman kacang panjang mungkin saja terkena serangan hama penggerek polong, virus sapu yang ditularkan kutu kuning, belalang hijau, dan cendawan noda cokelat. Anda harus melakukan pemantauan setiap hari untuk mengamati kondisi hama dan penyakit tersebut.