Cara Menanam Kale Organik

Pertanianku — Saat ini kale menjadi salah satu sayur impor yang digemari dan paling banyak dicari di pasar swalayan. Anda bisa menanam kale organik sendiri tanpa menggunakan bahan kimia sehingga lebih aman dan sehat. Biasanya hanya petani kale yang bisa membudidayakan sayuran ekslusif ini dan bahkan bibitnya didapatkan dari mancanegara. Namun, jangan khawatir, Anda juga bisa menanam sendiri kale organik.

kale organik
foto: pixabay

Daun kale juga bisa dibudidayakan dari bibit setek. Meskipun, keberhasilan tumbuh bibit setek tidak 100 persen, hanya berkisar 69—70 persen. Setidaknya, hal tersebut sudah mengurangi ketergantungan bibit impor yang harganya jauh lebih mahal. Bibit setek juga memiliki beberapa keunggulan sendiri dibandingkan dengan bibit yang berasal dari biji.

Sifat bibit setek sama dengan pohon induknya, sedangkan bibit biji belum tentu 100 persen sama dengan induknya karena terjadi penyerbukan saling acak. Keberhasilan penggunaan bibit setek bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan bibit murah, tapi tidak kalah berkualitas dan bebas dari ketergantungan pembelian bibit impor.

Loading...

Berikut ini beberapa persiapan serta langkah menanam kale organik.

Persiapan

Gunakan tanaman induk yang sudah berumur 4 bulan. Saat itu, tanaman sudah cukup besar dan sudah siap untuk disetek. Tunas yang akan menjadi bibit baru akan tumbuh di sekitar batang tanaman. Setelah tunas sudah tumbuh, pilihlah tunas yang tumbuh ke atas. Potong tunas yang tumbuh di batang tanaman dengan alat potong yang sudah disterilkan dengan mencelupkan alat potong seperti gunting atau pisau ke dalam alkohol.

Penanaman

Tanam bibit setek sepanjang 1 cm itu di dalam media tanam yang berupa campuran antara sekam dan bokashi dengan perbandingan 1:1. Pembuatan bokashi bisa Anda lihat di laman ini.

Baca Juga:  Penyebab Benih Jagung yang Ditanam Tidak Tumbuh

Pemeliharaan

  1. Siram setekan dengan 250 ml air per tanaman per hari saat musim kemarau. Saat musim hujan, berikan air setengahnya saja dengan catatan bahwa tanaman ternaungi. Kesulitan merawat bibit akan ditemui setelah 5—7 hari pascasetek. Terlalu banyak air yang diberikan dapat menyebabkan setek tumbuh busuk dan bahkan gagal tumbuh. Sementara, jika air yang diberikan kurang dapat menyebabkan pertumbuhan menjadi lambat.
  2. Jika teknik perawatan yang Anda lakukan tepat, keberhasilan baru terlihat setelah 10 hari Jika berhasil, akan muncul akar dan daun baru, sedangkan daun lamanya akan menguning dan rontok.
  3. Setelah berumur 3—4 pekan, bibit sudah stabil dan bisa dipindahkan ke lahan.
  4. Berikan MOL.
  5. Berikan segenggam pupuk kandang per tanam tiap pekan. Pupuk kandang tersebut berupa campuran kotoran kambing, sapi, dan ayam dengan perbandingan 1:1:1.
  6. Jika terdapat hama aphids, gunakan pestisida berbahan bawang putih. Sementara, hama ulat grayak bisa dihalau dengan semprotan fermentasi daun mimba.
Loading...
Loading...