Cara Menanam Kentang Menggunakan Mulsa


Pertanianku — Apakah Anda pernah mencoba untuk menanam kentang dengan menggunakan mulsa? Jika belum, ada baiknya bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara yang baik dan benar bertanam kentang dengan penutup media tanam yang terkenal di kalangan petani itu.

menanam kentang
Foto: Pixabay13

Pertama-tama, siapkan terlebih dulu mulsa plastik sesuai kebutuhan. Ukuran plastik dapat Anda sesuaikan dengan luas lahan. Standarnya lebar mulsa plastik yang dijual di pasaran berukuran sekitar 110 cm, dan untuk panjangnya menyesuaikan lahan budidaya tanaman. Plastik mulsa juga dapat digunakan untuk budidaya ikan vaname dengan plastik mulsa.

Namun sebelum mulai menanam, Anda perlu mempertimbangkan apakah daerah tempat tinggal Anda mendukung pertumbuhan tanaman sayuran ini. Kentang biasanya hidup dan tumbuh di daerah yang beriklim sejuk, yaitu di dataran tinggi antara 1.000—3.000 mdpl dengan curah hujan rata-rata 1.500 mm/tahun, suhu udara antara 18—21°C, dan disinari matahari selama kurang lebih 9—10 jam/hari.

Bibit kentang

Bibit yang digunakan hendaknya berasal dari umbi yang tua dan kuat. Bibit kentang juga harus mempunyai setidaknya lima mata tunas. Bibit yang unggul berasal dari varietas granola, atlantik M, repita, amabile, dan maglia.

Mempersiapkan lahan

Lahan yang akan digunakan untuk penanaman kentang tentu harus diolah dulu. Pengolahan lahan dilakukan dengan menggali dan membalikkan posisi tanah, lalu mendiamkan selama beberapa hari sampai bagian tanah yang tadinya ada di dalam itu terkena sinar matahari yang cukup. Tujuannya, agar tanah menjadi longgar dan siklus hidup hama dan penyakit di dalam tanah berhenti.

Setelah itu, beri kapur dan pupuk kandang atau pupuk organik lainnya. Barulah kemudian Anda dapat memasangkan mulsa plastik atau memberi mulsa serpihan kayu atau jerami di atas lahan. Selanjutnya, tanam bibit di lubang-lubang tanam yang sudah disediakan.

Baca Juga:  Manfaat Abamektin Sebagai Pestisida Tanaman

Pemeliharaan tanaman

Tanaman hendaknya dipelihara yakni dengan cara mengganti tanaman jika tidak tumbuh atau pertumbuhan jelek setelah 15 hari sejak penanaman pertama. Lakukan penyiangan minimal dua kali selama masa penanaman 2—3 hari sebelum pemupukan atau bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan.

Pangkas bunga yang tumbuh untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi baru. Lakukan pengairan secara rutin selama seminggu sekali dengan cara disiram atau dengan mengalirkan air ke dalam selokan (sela-sela bedengan) hingga tanah lembap selama 15—20 menit.