Cara Menanam Labu Siam dalam Pot untuk Pemula Agar Cepat Berbuah


Pertanianku — Apakah Anda penggemar labu siam? Anda pasti memiliki keinginan untuk menanamnya sendiri di rumah, namun tidak mengetahui cara tepatnya. Cara menanam labu siam tidaklah sulit, Anda bisa menanamnya di dalam pot. Namun, bagaimana agar tanaman tersebut menghasilkan buah yang banyak?

Cara menanam labu siam
Foto: Shutterstock5

Labu siam (Sechium edule) adalah tanaman sayur yang berasal dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Tanaman ini tumbuh merambat dengan buah menggantung dari tangkai. Jika Anda hendak menanamnya, ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Persiapan bibit labu siam

Pembibitan labu siam dapat dilakukan dengan menggunakan buah labu siam yang sudah tua. Petik buah yang sudah tua tersebut, kemudian benamkan ke polibag semai yang telah diisi tanah lembap.

Setelah dibenamkan, lakukan penyiraman dengan air secukupnya dan biarkan hingga bibit muncul tunas baru. Setelah tunas telah tumbuh dengan ketinggian sekitar 30 cm lebih, bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar.

  1. Cara menanam labu siam dalam pot

Jika semua sudah siap, segera lakukan penanaman. Siapkan pot berukuran besar, lalu isi dengan media tanam berupa tanah yang subur memiliki nutrisi cukup. Selanjutnya, buatlah lubang tanam berukuran 40 cm × 40 cm dengan kedalaman sekitar 20 cm.

Lepaskan polibag semai pada bibit dengan hati-hati agar media dan perakarannya tidak rusak, lalu masukkan bibit labu siam pada lubang di dalam pot dan timbun kembali. Setelah itu, lakukan penyiraman dan karena tanaman labu siam tanaman merambat, pasang para-para atau ajir berupa bilah bambu di samping tanaman.

  1. Cara merawat labu siam dalam pot

Lakukan penyiraman secara rutin, jangan sampai tanaman kekeringan. Jika tanaman labu siam telah mengeluarkan sulur-sulur atau rambatan, arahkan sulur tersebut dengan cara melilitkannya pada bambu di sampingnya.

Baca Juga:  Cara Praktis Menanam Pegagan dalam Pot

Lakukan pula pemangkasan pada bagian cabang tanaman ketika memasuki usia 3—6 minggu. Ujung cabang dan daun yang sudah tua dipotong, tujuannya agar tunas baru tumbuh dan menyebar dengan baik dan dapat menghasilkan pertumbuhan buah yang berkualitas dan merata.