Cara Menanam Lavender di Rumah


Pertanianku — Warna bunganya yang cerah serta aroma wangi dari bunga lavender membuat banyak orang menyukainya. Bunga lavender memang merupakan jenis bunga yang menawan, warna ungu serta wanginya yang semerbak menjadi daya tarik utama dari tanaman ini. Maka, tak heran banyak orang yang ingin mengetahui cara menanam lavender di rumah.

cara menanam lavender di rumah
Shutterstock

Tanaman lavender bisa tumbuh dengan baik di iklim tropis sehingga sangat cocok bila ditanam di Indonesia. Beberapa orang yang hobi dengan tanaman ini mencoba membudidayakan bunga lavender di rumah mereka. Jika Anda masih pemula, disarankan untuk membeli benih bunga lavender di toko pertanian untuk meminimalisir kegagalan dalam menanam bunga lavender.

Untuk menanam bunga lavender, Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini.

  1. Memilih bibit lavender

Selain membaca keterangan yang ada di kemasan, sebaiknya Anda juga menanyakan secara mendetail tentang bibit levender tersebut. Tanyakan juga kelemahan dan kelebihan tanaman agar Anda tidak kecewa di kemudian hari.

Periksa kondisi benih yang ada di dalam kemasan, pastikan benih dalam keadaan baik dan tidak ada kutu atau semut di dalamnya. Periksa juga masa kadaluwarsa dari tanaman tersebut. Pilihlah masa kedaluwarsa yang masih lama. Sebab, bibit tanaman yang disimpan dalam waktu yang lama akan memengaruhi kemampuan tumbuh tanaman tersebut.

  1. Penyemaian benih lavender

Penyemaian benih merupakan proses yang paling krusial karena proses ini menentukan berhasil atau tidaknya budidaya tanaman lavender. Kebanyakan pemula mengalami kegagalan dalam proses penyemaian bibit.

Untuk penyemaian bisa Anda lakukan dengan menggunakan wadah pot atau polybag. Anda bisa menggunakan media semai dengan campuran tanah, pasir, dan sekam. Campurkan ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 1:1:1.

Baca Juga:  Cara Menanam Wortel Untuk Pemula

Dalam melalukukan penyemaian benih ini diperlukan kesabaran ekstra, butuh waktu sekitar satu bulan hingga benih tumbuh dan mengeluarkan kecambah. Benih siap dipindahkan ke lahan permanen saat sudah tumbuh dan mencapai ketinggian 15 sentimeter.

  1. Memindahkan bibit lavender

Bila benih yang disemai sudah tumbuh dan mencapai tinggi 15 sentimeter, maka tanaman tersebut sudah bisa dipindahkan ke lahan tanam permanen. Lahan tanam sebaiknya berada di area yang mendapat sinar matahari selama 6—8 jam karena tanaman ini tidak menyukai lahan yang lembap.

Selain mendapatkan cahaya matahari yang cukup, lahan tanam juga harus memiliki porositas yang baik. Oleh karaena itu, biasanya tanah yang digunakan untuk menanam, dicampur dengan pasir dan sekam. Lakukan penyiraman pada media tanam satu jam sebelum bibit dipindahkan.

  1. Perawatan bunga lavender

Agar bisa tumbuh dengan baik, bunga lavender juga memerlukan perawatan. Bersihkan tanaman gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Selain itu, untuk menjaga kandungan unsur hara pada media tanam, sebaiknya Anda memberikan pupuk kandang sebulan setelah masa tanam.

Lakukan penyiraman untuk menjaga agar media tanam tidak kering, tetapi jangan sampai terlalu lembap atau basah. Sebab, hal tersebut akan membuat akar tanaman cepat busuk. Bila Anda ingin memetik bunga lavender, lakukan dengan memotong tangkai bunga menggunakan gunting atau pisau cutter yang tajam.

loading...
loading...