Cara Menanam Leunca atau Buah Ranti

Pertanianku — Ranti atau lebih dikenal dengan leunca merupakan tanaman semusim yang tinggi batangnya mencapai 5 m. Bentuk buahnya bulat, kecil-kecil dan bertandan. Di Jawa Barat, buah ranti sering digunakan sebagai lalapan pendamping sambal.

leunca
foto: pertanianku

Buah ranti mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Buah ini sangat digemari karena teksturnya yang renyah dan rasanya yang agak masam dan agak langu. Selain menjadi lalapan, buah ranti sering digunakan sebagai obat dan bahan masakan seperti sayuran.

Di beberapa daerah, pohon ini tumbuh sebagai pohon semak, dan buahnya dimanfaatkan oleh warga lokal untuk konsumsi pribadi. Buah ranti pun sebenarnya bisa dibudidayakan untuk menghasilkan panen yang akan dijual.

Loading...

Leunca termasuk tanaman yang mudah untuk ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Pohonnya bisa ditanam di lahan apa saja, baik yang ada naungan maupun terbuka. Ranti tumbuh subur pada tanah yang memiliki iklim basah dan waktu tanam yang paling baik dilakukan pada awal musim kemarau atau akhir musim hujan. Namun, ranti juga tetap dapat ditanam pada musim hujan.

Pohon ranti biasanya diperbanyak dengan biji. Biji yang akan ditanam harus disemai terlebih dahulu seperti biji tomat. Bibit yang sudah disemai selama 1 bulan baru dapat dipindahkan ke kebun dengan jarak tanam 40 cm × 40 cm. Tanah lahan yang akan digunakan harus dicangkul terlebih dahulu dan diberi pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 10 ton/hektare.

Anda juga dapat menggunakan pupuk buatan berupa urea sebanyak 40 kg/hektare dan TSP 80 kg/hektare. Pupuk buatan ini diberikan pada saat tanah perkebunan sedang tandus.

Pemeliharaan tanaman ranti terbilang cukup mudah. Mengingat di alam, buah ranti merupakan pohon semak yang dapat tumbuh subur. Pemeliharaannya hanya perlu dilakukan untuk membersihkan gulma yang mengganggu. Pembersihan gulma ini sekaligus berfungsi untuk menggemburkan tanah di sekitar pohon.

Baca Juga:  Sembuhkan Anemia dengan Melinjo

Ranti sudah dapat dipanen setelah tanaman berumur 3—4 bulan dari waktu menebar. Buah yang dipanen biasanya adalah buah yang hampir tua. Pasalnya, buah yang sudah tua rasanya akan liat. Produktivitas tanaman ranti bisa mencapai lebih dari 2,5 ton buah setiap hektarenya.

Di Jawa Barat, buah ini memiliki banyak pembelinya karena fungsinya sebagai lalapan dan bahan masakan. Sementara, permintaan yang datang dari luar Jawa Barat masih terbilang sedikit karena tidak terlalu familiar. Padahal, kandungan dalam buah ini bermanfaat bagi tubuh manusia dan lezat jika dijadikan sebagai bahan campuran masakan.

Loading...
Loading...