Cara Menanam Peterseli untuk Pemula


Pertanianku — Apakah Anda tahu peterseli? Peterseli ini sering digunakan sebagai herba atau garnish (penghias makanan) dan juga bumbu masakan. Nama lain peterseli, yaitu parsley. Cara menanam peterseli ternyata cukup mudah bahkan untuk pemula sekalipun.

Cara menanam peterseli
Foto: Pixabay

Peterseli merupakan tanaman herba yang dapat tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 hingga 1 meter. Tanaman peterseli ini kaya akan zat besi. Tanaman yang masih keluarga dekat wortel dan seledri ini memiliki daun yang beraroma segar.

Tanaman peterseli dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang subur kaya mikroorganisme penyubur tanaman, serta memerlukan cahaya matahari penuh. Berikut ini langkah-langkah menanam peterseli untuk pemula.

  1. Persiapan bibit peterseli

Perbanyakan tanaman peterseli dapat dilakukan melalui benih atau tanaman muda (anakan). Bibit peterseli direndam terlebih dahulu dengan pupuk organik cair sebanyak 2 cc/liter selama 12 jam. Setelah itu, tiriskan benih tersebut lalu keringkan dengan cara diangin-anginkan.

Siapkan media semai berupa campuran kompos, arang sekam dan tanah dengan perbandingan 1:1:1, campurkan bahan-bahan tersebut hingga rata lalu tambahkan soil treatment 5 sdm/10 liter dan pupuk organik padat 1 sdm/10 liter. Lalu aduk kembali hingga rata.

  1. Cara menanam peterseli

Jika semuanya sudah siap, masukkan media tanam pada pot atau polibag tanam yang telah disiapkan. Siram media tanam dengan air secukupnya, kemudian campur benih dengan abu atau pasir (benih yang kecil). Tanamkan benih ke dalam pot atau polibag dengan kedalaman setengah sentimeter, lalu tutup kembali dengan media tanam tersebut.

  1. Cara merawat tanaman peterseli

Untuk merawat tanaman peterseli Anda, lakukan pengecekan kelembapan tanah dan kebutuhan air, pengecekan hama dan penyakit, serta penyemprotan dengan zat pengatur tumbuh.

Lakukan pemupukan berupa pemberian pupuk makro sebanyak 2 sendok makan dan pupuk cair organik sebanyak 3 tutup dilarutkan dalam 2 liter air. Diamkan semalaman, lalu siramkan untuk 10 pot tanaman dengan media tanam 3—5 liter media tanam. Pemupukan tersebut dilakukan dengan interval seminggu sekali. Selain itu, penyiangan dilakukan jika pada media pot terdapat gulma. Lakukan penggemburan jika media tanam terlalu padat.

Baca Juga:  Petani Indonesia Patut Disebut Pahlawan Pangan