Cara Menanam Semangka Sistem Hidroponik


Pertanianku — Buah semangka banyak disukai konsumen karena rasanya yang manis dan menyegarkan terutama jika dikonsumsi saat terik matahari. Semangka termasuk tanaman merambat seperti melon dan mentimun. Meskipun merambat, menanam semangka juga bisa dilakukan dengan sistem hidroponik.

menanam semangka
Foto: Dok. Pertanianku

Jika tertarik untuk membudidayakan tanaman semangka secara hidroponik, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut.

Pemilihan bibit

Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas, bisa didapatkan dengan membelinya di toko-toko pertanian terdekat. Selain itu, pilihlah benih dengan ciri-ciri antara lain memiliki permukaan yang licin, mengilap berwarna kehitaman, utuh atau tidak cacat, serta bebas dari penyakit dan hama. Rendam benih dalam larutan air yang dicampur dengan fungisida dalam waktu 24 jam agar benih terbebas dari hama dan jamur.

Persiapan media tanam

Ada beberapa alat dan bahan yang perlu dipersiapkan. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menanam tanaman semangka secara hidroponik di antaranya pipa paralon, timer, talang air, toren tampungan air, mesin pompa akuarium, serta gabus atau busa.

Persiapan tanam

Ada tiga tahapan dalam penyiapan tanam, yaitu penyemaian, penyesuaian, dan penanaman. Pada tahap penyemaian, siapkan dahulu tempat untuk penyemaian, yaitu berupa kapas yang telah dibasahi dengan air dan dilapisi dengan kertas koran. Setelah itu, sebelum benih semangka disemaikan, direndam terlebih dahulu di dalam air hangat yang dicampur dengan antonik, lalu diamkan selama 2—4 jam.

Benih semangka yang telah disemaikan selama 2—3 hari akan tumbuh berupa kecambah kecil. Supaya kecambah tumbuh menjadi lebih cepat, pindahkan ke tempat lain pada media berupa abu sekam lembap.

Sebelum ditanam di media tanam, benih yang telah disemaikan selama 8—10 hari perlu dilakukan penyesuaian dengan memberi nutrisi. Setelah hari ke-13—14, mulailah pindahkan benih semangka ke media tanam.

Baca Juga:  Cara Terbaik Penanganan Pascapanen Cabai Jawa

Pembuatan hidroponik untuk tanaman semangka dapat menggunakan pipa paralon. Cara membuatnya, yaitu dengan melubangi paralon dengan ukuran diameter 3—5 cm. Setelah itu, tutup bagian ujung paralon sebelah kanan atau sebelah kiri saja.

Pemeliharaan tanaman

Setelah semua cara untuk menanam dengan hidroponik dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan pada tanaman dengan baik dan teratur. Untuk pemeliharaannya, Anda hanya cukup melakukan pengecekan secara berkala. Hal ini bertujuan menjaga larutan nutrisi terbebas dari gangguan hama dan penyakit.

Selain itu, perlu juga melakukan pemupukan susulan agar kestabilan pertumbuhan tanaman semangka tetap terjaga. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk cair, yaitu berupa pupuk urea cair, pupuk kompos cair, dan berbagai pupuk lainnya yang dapat dicairkan dan disesuaikan dengan dosis yang diperlukan.