Cara Menebar Benih Ikan Gurami yang Benar

PertaniankuMenebar benih ikan gurami harus dilakukan dengan teknik yang benar agar benih tidak mati. Konsekuensi kesalahan teknik saat melakukan penebaran benih memang berdampak pada tingkat kematian benih yang tinggi. Ikan gurami merupakan ikan air tawar yang memiliki perkembangan paling lambat di antara jenis ikan air tawar lainnya.

menebar benih ikan gurami
foto: pertanianku

Kegagalan seseorang saat melakukan budidaya ikan gurami sering terjadi karena kesalahan penggunaan benih. Benih yang digunakan berkualitas rendah sehingga tidak tahan dengan kondisi dan mudah terserang penyakit. Para pembudidaya ikan gurami, baik yang dilakukan di kolam terpal maupun kolam lainnya harus memerhatikan kebutuhan benih dengan cermat.

Benih yang digunakan harus berukuran seragam agar mudah menentukan berapa banyak benih yang dibutuhkan untuk luas kolam yang Anda miliki. Pasalnya, ukuran benih memengaruhi kepadatan tebar kolam. Semakin besar benih, akan semakin berkurang kepadatan benih.

Loading...

Benih yang akan ditebar harus diaklimatisasi terlebih dahulu. Hal tersebut karena benih sangat mudah dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. Jika terjadi perubahan secara drastis dapat menyebabkan benih mengalami stres dan mati.

Proses aklimatisasi atau adaptasi dilakukan dengan cara menyucihamakan benih terlebih dahulu. Sebelum menebar benih ikan gabus ke kolam, berikan larutan kalium permangat (PK) dengan dosis 4 mg/liter air selama 30 menit atau bisa juga direndam ke dalam air garam dapur dengan dosis 10 gram/1 liter selama 15—30 menit.

Selanjutnya, lakukan penebaran benih pada saat intensitas matahari sedang rendah, yaitu pada pagi dan sore hari.

Selanjutnya, lakukan proses aklimatisasi terakhir dengan cara memasukkan benih ikan secara perlahan dan kemudian biarkan benih keluar sendiri dari dalam plastik pembungkus ke kolam baru.

Jika proses berjalan lancar, benih dapat tetap hidup dan Anda harus melanjutkan proses pemeliharaan. Proses pembenihan atau pendederan lebih mudah dilakukan di kolam terpal karena dinilai lebih fleksibel, lebih praktis, dan biayanya murah. Benih-benih tersebut dapat didederkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Pasalnya, segmentasi pasar benih ikan gurami berbeda-beda berdasarkan waktu pemeliharaannya.

Baca Juga:  KKP Siapkan Beberapa Strategi untuk Mencegah Penyakit AHPND pada Udang

Berbeda dengan ikan air tawar lain yang hanya memiliki segementasi usaha pembenihan dan pembesaran, ikan gurami memiliki banyak segmentasi usaha pembenihan berdasarkan umur benih. Hal tersebut disebabkan pertumbuhan ikan yang lambat.

Loading...
Loading...