Cara Mengaplikasikan Pestisida untuk Tanaman Mentimun

Pertanianku — Pestisida digunakan untuk mengatasi masalah serangan hama yang menyebabkan pohon mengalami gangguan pertumbuhan. Penggunaan pestisida untuk mentimun harus dilakukan dengan cara yang benar. Jangan sampai pestisida tersebut tidak bisa bekerja dengan efektif karena tata cara pengaplikasiannya yang salah.

pestisida untuk tanaman mentimun
foto: pixabay

Lebih dari 75 persen pestisida yang ada di pasaran diaplikasikan dengan cara disemprot. Agar pestisida tersebut bisa bekerja lebih optimal, berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat pemberian pestisida unutk tanaman mentimun.

  • Nozzle atau spuyer merupakan alat semprot yang digunakan oleh petani untuk menyemprotkan pestisida ke tanaman. Alat tersebut harus rutin diganti setiap 6 bulan sekali.
  • Nozzle tersebut tersambung langsung ke tangki semprot dengan selang. Tangki dan selang yang digunakan harus dipastikan tidak bocor agar tidak menyebabkan cairan pestisida yang ada di dalamnya berceceran di lahan perkebunan.
  • Ada banyak jenis pestisida yang beredar di pasaran. Anda harus memilih pestisida yang sesuai dengan OPT (organisme pengganggu tanaman) yang menyerang tanaman mentimun Anda. Pasalnya, jika Anda memilih pestisida yang tidak sesuai, kemungkinan OPT dapat tetap hidup.
  • Gunakan dosis atau konsentrasi yang sesuai dengan anjuran, jangan berlebihan atau kekurangan. Kalau berlebihan dikhawatirkan akan menyebabkan residu dan berbahaya bagi tanaman itu sendiri.
  • Waktu terbaik penyemprotan pestisida untuk tanaman mentimun adalah pada sore hari atau saat suhu udara kurang dari 25°C dengan kelembapan udara kurang dari 80 persen.
  • Pestisida yang akan digunakan biasanya harus diformulasikan dengan air terlebih dahulu. Air yang digunakan harus memiliki pH berkisar 4,5—5.
  • Jangan mencoba untuk mencampurkan berbagai macam jenis pestisida jika tidak ada ahli yang merekomendasikan
  • Kecepatan jalan pada saat penyemprotan juga harus diperhatikan. Sebaiknya, pekerja berjalan dengan kecepatan 6 km/jam. Hal ini berguna agar pemberian pestisida pada setiap titik tidak terlalu banyak atau terlalu kurang.
  • Jarak antara nozzle dan tanaman sebaiknya lebih kurang 30 cm.
  • Jangan melakukan penggunaan volume semprot yang berlebihan. Volume semprot harus disesuaikan dengan umur tanaman. Volume ideal yang biasa digunakan berkisar 100—700 liter/hektare.
Baca Juga:  Cara Mencegah Serangan Lalat Buah pada Jambu Air Khiojok
Loading...
Loading...