Cara Mengatasi Amandel dengan Ramuan Herbal

Pertanianku — Radang amandel umumnya dialami oleh anak-anak yang diikuti dengan gejala mual, batuk, sakit kepala, demam, dan sakit tenggorokan. Amandel dapat menyebabkan nafsu makan anak menurun karena rasa sakit saat menelan makanan dan mengeluarkan air liur terus-menerus.

amandel
Foto: Pixabay

Amandel disebabkan oleh virus dan bakteri. Penularan bakteri dan virus terjadi melalui kontak langsung. Misalnya, saat Anda tidak sengaja memegang permukaan yang sudah terkontaminasi atau saat tanpa sengaja menghirup udara yang dikeluarkan oleh pengidap radang amandel.

Radang amandel dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi, kumur dengan air garam, rajin minum air putih, dan menerapkan pola makan yang sehat. Jika Anda atau anak Anda sedang terkena radang amandel, coba beberapa ramuan herbal di bawah ini.

Ramuan sambiloto dan madu

Bahan-bahan:

  • Bubuk kering sambiloto 10—15 gram
  • Madu secukupnya

Cara membuat:

  • Seduh bubuk kering dengan air panas.
  • Biarkan air seduhan hingga dingin.
  • Tambahkan mad
  • Ramuan diminum sekaligus.

Ramuan daun cocor bebek

Siapkan daun cocor bebek sebanyak 5—10 lembar, kemudian cuci bersih daun dan bilas kembali dengan air masak. Tumbuk sampai halus dan peras airnya. Anda bisa menggunakan air perasan tersebut sebagai obat kumur.

Ramuan akar udara beringin

Bahan-bahan:

  • Akar udara beringin 180 gram
  • Cuka 1 gelas

Cara membuat:

  • Potong akar beringin seperlunya.
  • Rebus dengan tiga gelas air sampai air rebusan tersisa satu gelas.
  • Tambahkan cuka dan biarkan hingga air rebusannya dingin.

Air rebusan yang sudah tercampur cuka tersebut bisa digunakan sebagai obat kumur dan digunakan beberapa kali sehari.

Ramuan akar kompri

Gunakan akar kompri segar sebanyak 25 gram. Cuci terlebih dahulu hingga akar kompri bersih dan potong-potong seperlunya. Rebus akar dengan 2 gelas air bersih hingga airnya menyusut menjadi 1 gelas. Diamkan air rebusan hingga dingin, kemudian saring dan bagi menjadi dua bagian dengan jumlah yang sama banyak. Air rebusan tersebut dapat diminum dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.

Baca Juga:  Manfaat Kulit Rambutan sebagai Obat Herbal