Cara Mengatasi Daun Tanaman Cabai Rontok

Pertanianku — Apakah daun tanaman cabai Anda sering rontok? Karena hal tersebut, produksi tanaman cabai yang Anda budidayakan pasti menurun. Sebenarnya, apa penyebabnya? Hal tersebut biasanya disebabkan oleh penyakit nekrosis dan klorosis. Kedua penyakit ini sering kali dipaparkan sebagai penyebab utama daun tanaman cabai rontok.

daun tanaman cabai rontok
Foto: Dok. Pertanianu

Gangguan kesehatan dari pohon cabai ini biasanya disebabkan oleh kekurangan unsur hara tertentu. Hal ini sudah menjadi sesuatu yang umum dan sering terjadi di berbagai daerah dalam kategori pertanian dunia hortikultura.

Jika pohon cabai terkena penyakit nekrosis serta klorosis, daunnya akan menguning karena tanaman kekurangan unsur hara chlor, kalsium (Ca), kalium (K), nitrogen (N), magnesium (Mg), dan seng (Zn). Gejala klorosis dan nekrosis memperlihatkan ciri-ciri lain seperti tanaman kerdil, pertumbuhannya lambat, serta mudah terserang hama dan penyakit. Gejala klorosis dan nekrosis juga selalu diikuti kerontokan pada daun (absisi) karena produksi hormon ABA terjadi secara berlebihan.

Loading...

Solusi untuk mengatasi apabila tanaman mengalami peristiwa klorosis dan nekrosis, yaitu menggunakan dosis pupuk yang tepat sesuai anjuran, kurangi penggunaan pupuk N dengan dosis terlalu tinggi. Sekaligus juga imbangi dengan penggunaan pupuk berkadar kalsium dan kalium cukup.

Untuk mencegah terjadinya kerontokan daun cabai, Anda perlu menjaga kondisi tanah agar tetap lembap. Lakukan penyiraman rutin supaya kebutuhan air tercukupi. Karena itu, usahakan menanam cabai di lahan yang dekat dengan sumber air. Kekeringan adalah penyebab utama gugurnya bunga cabai di musim kemarau.

Selain itu, Anda juga bisa menanam cabai pada lahan yang mendapatkan sinar matahari penuh. Hindari menanam pada lahan yang dekat dengan pohon-pohon besar atau gedung. Tanaman cabai memerlukan sinar matahari secara penuh untuk menunjang pertumbuhannya. Gunakan mulsa plastik hitam perak jika menanam pada musim hujan. Mulsa plastik berfungsi untuk menjaga kondisi tanah supaya tidak terlalu basah.

Baca Juga:  Kenali Jenis Kurma Tropis yang Bisa Ditanam di Indonesia

Jangan memberikan pupuk nitrogen terlalu banyak. Hal ini selain menyebabkan kerontokan bunga juga menyebabkan tanaman rentan terhadap penyakit yang lain. Juga jangan sampai tanaman kekurangan unsur nitrogen. Berikan pupuk nitrogen sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Gunakan pupuk kalsium sebagai pupuk dasar untuk memenuhi kebutuhan kalsium pada tanaman. Berikan pupuk kalsium dengan penyemprotan. Semprotkan kalsium pada saat tanaman cabai akan memasuki fase pembungaan (generatif), lakukan penyemprotan setiap 10—15 hari sekali.

Unsur mikro perlu diberikan dengan penyemprotan pupuk daun. Walaupun diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit, kekurangan unsur hara mikro juga bisa menyebabkan kerontokan bunga. Semprotkan pupuk daun sesuai dengan dosis yang direkomendasikan.

Loading...
Loading...