Cara Mengatasi Hama Bawang Merah Tanpa Merusak Lingkungan

Pertanianku— Pengendalian hama bawang merah dapat dilakukan secara alami dan ramah lingkungan sehingga produk yang dihasilkan bebas dari residu pestisida dan kondisi lingkungan tetap terjaga baik. Pengendalian yang dilakukan harus sesuai dengan jenis hama yang menyerang. Itu sebabnya Anda perlu mengenali jenis-jenis hama bawang merah terlebih dahulu.

hama bawang merah
foto: Pertanianku

Ulat grayak

Ulat grayak atau Spodoptera exiqua merupakan hama pemakan segala jenis tanaman. Ulat grayak yang masih muda berwarna hijau rumput, sedangkan yang sudah dewasa berwarna hijau atau cokelat dengan garis kekuningan. Panjang ulat grayak mencapai 25 cm.

Ulat grayak biasanya masuk ke daun dan memakan daging daun sehingga meninggalkan bercak putih yang panjang seperti membran. Serangan ulat dapat menyebabkan tanaman mati dalam kurun waktu satu malam atau setidaknya layu.

Hama ulat grayak dapat dikendalikan dengan cara mekanis, yakni penangkapan ulat dan telurnya pada malam hari, melakukan rotasi tanaman, serta menggenangi area pertanaman sebelum digunakan jika bawang merah ditanam di lahan sawah.

Kutu thrips

Kutu thrips atau Thrips tabaci Linderman sering menyerang bawang merah saat intensitas curah hujan sedang kecil dan suhu sedang tinggi. Hama thrips berkembang biak dengan pesat pada tingkat kelembapan 70 persen. Kutu dewasa akan mengisap cairan daun sehingga menyebabkan bercak putih pada daun.

Hama kutu thrips dapat dikendalikan dengan menggenangi lahan yang akan digunakan selama 24 jam apabila bawang merah ditanam di lahan sawah, melakukan rotasi tanaman, menanam pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, membersihkan gulma yang berada di sekitar kebun, dan menyemprotkan insektisida alami.

Nematoda umbi

Nematoda yang menyerang umbi bawang merah adalah Fillpjen. Nematoda ini dapat menyebabkan daun bawang menjadi pucat, lemah, berpilin, dan berujung pada kematian. Nematoda lebih sering menyerang saat umbi sudah membesar. Serangan tersebut dapat menyebabkan umbi menjadi lunak dan bertepung.

Baca Juga:  Sejarah Perjalanan Tanaman Buah Naga yang Berawal dari Tanaman Hias

Hal yang cukup mengkhawatirkan dari nematoda ialah kemampuannya bertahan pada lingkungan yang tidak mendukung. Nematoda ini mampu dorman di dalam tanah atau tanaman yang sudah mati dalam jangka waktu panjang.

Nematoda dapat dikendalikan dengan menanam umbi atau biji yang sehat, memilih lokasi penanaman yang sehat dan bebas nematoda, serta menanam kenikir pada area pertanaman sebelum menanam bawang merah. Selanjutnya, tanaman kenikir yang sudah berbunga dicabut dan dipotong kecil, lalu dipendam secara merata.