Cara Mengatasi Kutu Daun yang Menyerang Tanaman Cabai

Pertanianku Kutu daun sering disebut apids. Hama ini terdiri atas beberapa spesies, seperti Myzus persicae Sulz. dan Aphis gossypii. Hama kutu daun dapat menyebabkan kerugian seara langsung karena mengisap cairan yang berada di daun atau batang tanaman.

kutu daun
foto: Pertanianku

Daun tanaman yang sudah terserang kutu akan berubah menjadi keriput, berwarna kekuningan, dan terpuntir hingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat (kerdil). Bahkan, serangan hama yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan tanaman layu dan mati.

Selain kerugian langsung pada tanaman, kutu daun juga bisa menyebabkan kerugian secara tidak langsung karena kutu dapat mejadi vektor virus tertentu. Virus yang ditularkan oleh kutu yang menyerang tanaman cabai adalah virus menggulung daun kentang (PLRV) dan virus kentang (PVY). Intensitas serangan penyakit virus tersebut lebih tinggi pada musim kemarau, ketika populasi kutu daun sedang tinggi.

Selan itu, kutu akan mengeluarkan cairan manis (madu) yang menjadi media atau tempat tumbuh bagi cendawan berwarna hitam (embun jelaga). Pertumbuhan embun jelaga dapat terjadi di seluruh permukaan daun dan menyebabkan proses fotosintesis menjadi terhambat. Serangan embun jelaga yang hebat dapat menyebabkan semua daun tanaman berguguran dan tanaman tumbuh merana.

Karena efek yang diciptakan oleh hama kutu daun ini terbilang merugikan, Anda perlu mengendalikan serangan hama sedini mungkin. Berikut ini beberapa pengendalian yang dapat Anda lakukan.

Lokasi bertanam

Jangan menanam cabai secara bertahap pada lokasi yang sangat berdekatan dalam jangka waktu yang lama. Hal ini karena tanaman muda berpotensi diserang dengan intensitas yang cukup parah. Lakukan pergiliran tanaman dan kosongkan areal penanaman sekitar satu bulan untuk memutus siklus hama.

Menggunakan insektisida

Hama kutu daun dapat dikendalikan dengan insektisida. Namun, penggunaan insektisida harus dilakukan secara teratur dan mengikuti anjuran yang sudah ditetapkan agar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi lingkungan, tanaman, dan manusia.

Baca Juga:  Waspadai Ciri-ciri Tanaman yang Kekurangan Unsur Hara

Anda bisa menggunakan insektisida seperti Curacron 50 EC konsentrasi 2 ml/l, Agrimex 18 EC konsentrasi 1 ml/l, Buldok 25 EC, Deltamethrin 25 EC, Decis 2,5 EC, atau Orthene.