Cara Mengatasi Sapi yang Cacingan

Pertanianku — Mencegah lebih baik daripada mengobati, terlebih lagi biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak sehingga mencegah menjadi jalan terbaik. Salah satu penyakit yang kerap mengincar sapi ternak yang tidak dirawat dengan baik adalah cacingan. Sapi yang cacingan akan memiliki daya tahan tubuh yang rendah sehingga produktivitasnya pun menurun. Jika hal itu terjadi, sudah tentu keuntungan peternak pun akan berkurang.

sapi yang sakit cacingan
foto: pertanianku

Ada dua jenis cacing yang mengintai sapi ternak Anda, yakni cacing hati dan cacing pita. Sapi yang cacingan harus segera diatasi dan manajemen peternakan harus segera diperbaiki agar permasalahan tersebut tidak terulang kembali.

Cacing hati

Loading...

Penyakit cacing hati disebabkan oleh cacing fasciola yag kerap menyerang sapi. Bentuknya mirip daun yang pupuk dan memiliki alat isap pada bagian mulut dan perut. Siklus hidup cacing dimulai dari telur yang keluar bersama kotoran yang dikeluarkan oleh sapi yang sudah terjangkit cacing. Telur tersebut akan menetas menjadi larva yang bergerak.

Larva cacing pita akan menembus tubuh siput dan berkembang biak. Mulanya berbentuk sporocysta, redia, dan cercaria. Cacing yang sudah berbentuk cercaria akan keluar dari tubuh siput, lalu kemudian bergerak bebas dan menempel di rumput atau tumbuhan air. Sapi akan tertular cacing pita dari pakan rumput yang dikonsumsi.

Untuk menjaga penyebaran cacing, peternak harus menjaga kebersihan lingkungan. Jangan berikan rumput yang mengandung metacerkaria sebagai pakan sapi. Anda juga harus memberantas hama siput yang merupakan tempat cacing berkembang baik dan berikan obat cacing secara berkala pada sapi ternak.

Cacing pita

Cacing pita yang menyerang sapi berasal dari jenis Taenia saginata. Cacing ini mulai teridentifikasi pada 1782 oleh Goeze dan Leuckart. Cacing pita juga dapat menyerang atau menular ke manusia melalui daging sapi yang sudah terinfeksi oleh cacing pita.

Baca Juga:  Jurus Jitu agar Panen Telur Itik Setiap Hari

Cacing pita akan menempelkan telurnya pada rumput yang akan dimakan oleh sapi dan binatang ternak lainnya. Telur yang masih berada di rumput akan masuk ke tubuh sapi dan berkembang biak di dalam sapi. Setelah itu, telur akan menyusup ke dalam dinding usus dan terbawa oleh aliran darah ke otot dan kerangka badan sapi.

Di dalam daging, cacing akan membentuk kista. Jika sapi yang terinfeksi cacing pita dimakan oleh manusia, kista yang berada di dalam daging akan tumbuh dalam usus manusia.

Cacing yang dewasa akan bertelur dan akan terbuang bersama tinja dan akan menempel pada rumput di dekat tinja sapi. Siklus ini akan berputar terus jika tidak segera diatasi dengan sanitasi kandang yang baik.

 

 

 

Loading...
Loading...